Sering Dimarahi, Penjual Buah di Sepatan Timur Bacok Istrinya Sampai Meninggal

pembunuhan 3
Ilustrasi/Net

Oleh: Ikbal Tawakal

Kab Tangerang, Satusuaraexpress.co – Nahas nasib yang dialami Nemah. Warga Desa Gempolsari RT 03/03, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang meninggal dunia secara mengenaskan ditangan suaminya sendiri, Nain bin Emin, Selasa, (8/2/2022).

Nemah dibunuh oleh Nain bin Emin di rumahnya di desa tersebut. Peristiwa berdarah ini bermula keduanya cek-cok urusan rumah tangga.

“Benar telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat 3,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Komarudin.

Komarudin mengatakan keduanya diketahui tengah cek-cok pada pukul 17.30 WIB. Lalu, pada 18.00 WIB keduanya ditemukan warga dalam keadaan terkapar bersimbah darah.

“Berawal dari sepasang suami istri yang cek-cok. Pelaku kesal sering dimarahi oleh korban dan saat kejadian atau sebelum kejadian memang korban sedang ada konflik dengan suami,” katanya.

Kata Komarudin, saat cek-cok Nain bin Emin naik pitam. Dia mengambil pisau di atas lemari rumahnya dan langsung menusuk ke tubuh Nemah.

“Pada saat terjadi keributan di dalam kamar korban berupaya mengambil senjata tajam atau pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk korban,” katanya.

Nemah pun melakukan perlawanan dan mengambil pisau yang digunakan suaminya tersebut. Pisau itu pun berhasil diambil. Namun, sang suami kembali mengambil golok di lokasi yang sama dan membacok istrinya itu.

“Dan korban dinyatakan meninggal dunia ditempat,” kata Komarudin.

Usai menghabisi nyawa istrinya itu, Emin yang bekerja sebagai penjual buah ini pun lemas terkapar karena juga bersimbah darah akibat mendapat perlawanan. Emin pun dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka.

“Kalo dilihat dari luka pelaku bukan akibat pelaku sengaja melukai diri ya tapi dimungkinkan akibat adanya perlawanan dari korban,” ungkap Komarudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.