Dirlantas Polda Metro Jaya Klaim PPKM Level 3 Buat Jalan DKI Jakarta Jadi Lengang

IMG 20210728 155001
Foto aerial suasana kendaraan melintas di Bundaran HI, Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta arus lalu lintas kendaraan terpantau lancar. (foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Satusuaraexpress.co – Penerapan PPKM Level 3 di Jakarta berpengaruh pada penurunan kepadatan lalu lintas Jakarta dan kota sekitarnya.

Selama dua pekan diberlakukan, PPKM Level 3 terbukti menurunkan volume kendaraan di jalan sekaligus membuat kemacetan juga ikut berkurang.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo mengatakan, volume atau jumlah kendaraan di jalan-jalan Jakarta selama penerapan PPKM Level 3 berkurang hingga 14 persen.

Hal itu bisa dibuktikan juga melalui hasil indeks yang dirilis Google Mobility Index. Penurunan mobilitas yang signifikan itu terjadi di tempat kerja, rekreasi, transportasi publik, sekolah, dan sebagainya.

“Kemacetan selama PPKM Level 3 di Jakarta dan beberapa kota penyangga lainnya membuat lalu lintas terpantau lengang,” kata Sambodo saat ditemui di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/2/2022).

Sambodo menambahkan, hasil Google Mobility Index menunjukkan pengurangan jumlah kendaraan hingga mencapai 22 persen.

Angka itu berbanding lurus dengan mobilitas keluar masuk Jakarta yang diukur dari volume kendaraan di ruas-ruas jalan tol.

“Kita bisa lihat juga bahwa terjadi penurunan arus lalu lintas yang masuk ke Jakarta dari kota-kota satelit, seperti dari Tangerang, dari Bekasi, dan Depok cenderung menurun,” tutur Sambodo.

Sambodo mengungkapkan, penurunan volume kendaraan itu bisa dilihat dari pergerakan mobilitas kendaraan Gerbang tol di Halim, Cililitan, dan Tomang.

Dalam pantauan gerbang-gerbang tol tersebut, terjadi penurunan volume kendaraan pada Senin 14 Februari 2022 lalu sebesar 10 persen hingga 14 persen dibandingkan dengan pekan-pekan lalu.

Kebijakan work form home (WFH) turut andil dalam penurunan jumlah kendaraan yang masuk keluar Jakarta. Selain itu, peningkatan PPKM yang membuat pembatasan pengunjung di mal dan pusat perbelanjaan serta pengurangan kapasitas PTM dan bahkan penghentian PTM ikut menurunkan volume kendaraan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.