Beredar Video Seorang Pasien Komplen Hasil Tes PCR Sudah Diberikan, Padahal Belum di Tes

Screenshot 2022 02 03 13 42 00 77 8103d34b31ccde8855577b732f573a6d

Jakarta, Satusuaraexpress.co Seorang pasien komplen ke petugas tes PCR salah satu perusahaan obat-obatan.

VlHal ini diketahui melalui video yang diterima Satusuaraexpress.co Kamis 3 Februari 2022.

Dalam video, seorang perempuan melakukan komplen ke petugas tes PCR. Ia menyebut bahwa hasil tes sudah diterima, sementara pasien tersebut belum dilakukan tes.

“Oang saya belum datang ko udah dikirimin hasil. Terus dua-duanya positif lagi, inikan merugikan. Sayakan mau terbeng ke Bali, gimana, saya ga bisa dong?” ujar pasien perempuan dikutip dalam video tersebut.

Pasien perempuan tersebut mengaku sudah melakukan komplen melalui pesan namun belum ada tanggapan dari pihak perusahaan.

“Saya kontek-kontek kemarin, sampai saya kirimin komplen ke pesan kalian ga ada jawaban dari kalian sama sekali.” tandasnya.

Kemudian, dalam video lanjutannya, salah satu petugas mengakui bahwa hal demikian adalah kesalahan dari petugas.

“Maaf itu ada human error dari kami,” ujar salah satu petugas laki-laki yang memakai kaos biru.

Selain itu, pasien perempuan tersebut juga menyebut bahwa kesalahan yang dilakukan karyawan tidak cuma sekali.

“Dua hari yang lalu dia tes positif tapi dia tes di tempat lain, taunya negatif.” sebut pasien.

Kemudian, oleh karyawan perusahaan obat-obatan tersebut memberikan solusi dengan mengembalikan surat keterangan hasil tes PCR.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap pemalsuan hasil swab PCR yang menggunakan kop surat Bumame Farmasi yang diedit menggunakan photoshop. Bumame Farmasi mengapresiasi Polda Metro Jaya yang telah menangkap para pelaku.

“Kasus ini sangat mencemarkan nama baik perusahaan, dokter dan juga negara. Semoga dengan tertangkapnya oknum yang terlibat, nama Bumame Farmasi tidak lagi dikaitkan dengan pemalsuan surat hasil PCR Swab test,” kata James Wihardja, Direktur Utama Bumame Farmasi dalam keterangannya yang diterima detikcom, Jumat (7/1/2021).

James mengatakan, pihaknya melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya bukan untuk kepentingan Bumame Farmasi semata, tetapi juga untuk kepentingan negara. James mengaku lega karena pelaku sudah berhasil ditangkap.

“Sekali lagi terima kasih kepada Kanit 1 Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redy Hartana S.H.,S.I.K.,M.I.K dan Kasubdit Tipid Siber Ditreskrimsus PMJ AKBP Dhani Aryanda yang sangat berjasa dalam kasus ini. Semoga kami semua dilindungi dalam masa yang susah ini,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.