Napi Lapas Cipinang Mengaku Harus Sewa Kardus Sebagai Alas Tidur, Kalapas Bantah

Screenshot 2022 02 06 12 04 07 41 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12
Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, berinisial WC mengungkap adanya praktik jual beli kamar di lapas tersebut.

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas I Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, bercerita terkait praktik jual beli kamar tahanan. Pihak Lapas Cipinang membantah.

Cerita itu diungkap oleh seorang napi berinisial WC. Ia bercerita dirinya harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan kamar.

“Nanti duitnya diserahkan ke sipir, di sini seperti itu. Kalau untuk tidur di kamar, antara Rp5 juta hingga Rp25 juta per bulan. Biasanya mereka yang dapat kamar itu bandar narkoba besar,” kata WC dilansir dari Antara, Jumat (4/2/2022).

WC mengklaim para tahanan harus membayar tempat untuk tidur karena lapas Cipinang sudah full oleh para napi. Posisi tempat tidur mempengaruhi harga yang harus dibayar.

“Besarnya tergantung tempat tidur yang dibeli. Kalau tidur di lorong dekat pot dengan alas kardus itu Rp30 ribu per satu minggu. Istilahnya beli tempat,” ujar WC.

Praktik jual beli kamar tidur tahanan ini, sebut WC, sudah lama terjadi. Para tahanan tidak melaporkan praktik ini karena khawatir akan dijebloskan ke sel isolasi.

“Ya mau nggak mau kita harus bayar buat tidur. Minta duit ke keluarga di luar untuk dikirim ke sini. Kalau nggak punya duit ya susah. Makannya yang makmur di sini napi bandar narkoba,” tutur WC.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tony Nainggolan angkat bicara terkait tuduhan ini. Tony membantah adanya praktik jual beli kamar tahanan. Ia menegaskan para tahanan tidak perlu mengeluarkan uang untuk dapat tidur selama menjalani masa tahanan.

“Baru kemarin saya membuka program admisi orientasi (pengenalan lingkungan) dan saya sampaikan kalau di Lapas Cipinang tidak ada urusan yang berbayar, termasuk masalah tidur,” kata Tony Nainggolan.

Meski begitu, Tony mengakui jika Lapas Cipinang mengalami overkapasitas. “Hari ini isinya 3.206 orang untuk kapasitas 880 orang. Kalau benar ada praktik berbayar dilakukan pegawai atau narapidana, akan saya tindak tegas,” ujar Tony.

Sumber: Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.