Negara Ini Amburadul Karena Nekat Adopsi Bitcoin

hal 14 mata uang bitcoin antara 1

Satusuaraexpress.co – Tahun 2021 silam, El Salvador bikin kejutan karena menjadi negara pertama yang melegalkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Namun saat ini, perekonomian negara itu malah jadi amburadul, bahkan terancam kolaps.

Presiden El Salvador, Nayib Bukule, memang percaya diri mengadopsi Bitcoin. Terlebih El Salvador kaya energi geothermal untuk menambangnya secara lebih ramah lingkungan. Bahkan diumumkan pula rencana pembangunan Kota Bitcoin.

Namun seperti dikutip dari detikINET , memaksa perbankan dan pertokoan menerima Bitcoin serta para penduduknya juga belum familiar, ternyata malah menghambat perekonomian

El Salvador rupanya semakin dalam terjerat hutang dan sang presiden telah melobi IMF untuk meminjam USD 1,3 miliar, menurut Fortune. Kemudian beberapa saat setelah Kota Bitcoin diumumkan, obligasi internasional negara itu turun dari 75 sen menjadi 63 sen dan saat ini hanya 36 sen.

Dalam loma bulan setelah El Salvador mengadopsi Bitcoin, diestimasi bahwa sovereign credit negara itu 4 kali lebih buruk dari sebelumnya. Belum lagi harga Bitcoin terpangkas jauh, dari USD 60 ribuan saat El Salvador mulai mengadopsinya dan sekarang berada di bawah USD 40 ribu.

“El Salvador saat ini utang luar negerinya paling tertekan di dunia dan itu karena kebodohan Bitcoin ini. Pasar berpikir bahwa Bukele sudah gila dan memang benar demikian,” kata Steve Hanke, profesor ekonomi di Johns Hopkins University.

Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi, misalnya kondisi finansial El Salvador sudah buruk sebelum implementasi Bitcoin. Kemudian, warga El Salvador sendiri tidak begitu percaya pada Bitcoin.

Survei dari Central American University September silam mengungkap bahwa 9 dari 10 warga El Salvador tidak tahu apa itu Bitcoin. Kemudian 8 dari 10 mengaku hanya sedikit percaya pada uang digital, bahkan ada yang menyatakan tak percaya sama sekali.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *