Satusuaraexpress.co – Kasus corona di Indonesia terus meningkat. Meski begitu, sejumlah daerah tetap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%, salah satunya Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelaksanaan PTM 100% telah diatur sesuai SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Dalam aturan itu terdapat 3 poin untuk evaluasi pelaksanaan PTM.

“Di surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri itu ada threshold-nya. Jadi ada berdasarkan jumlah vaksinasi, berdasarkan jumlah kasus, protokol kesehatan implementasinya,” kata Budi saat forum diskusi bersama media secara virtual, Kamis (27/1).

Menurut Budi, PTM bisa dihentikan apabila terdapat kenaikan kasus yang dibarengi dengan naiknya level PPKM suatu daerah. Jika hal itu terjadi, maka proses belajar mengajar bisa kembali sepenuhnya ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jadi seingat saya ya kalau kasusnya naik, PPKM-nya naik, dia harus turun dari 100 ke 50 persen. Kalau dia naik lagi, turun lagi ke 0,” terangnya.

Namun, Budi belum dapat memastikan apa saja yang menjadi pemicu penghentian sementara pelaksanaan PTM 100%.

Dia memastikan keputusan akan diambil melalui data dari capaian kasus di setiap masing-masing daerah.

Trigger-nya nanti cek ke Kemendikbud. Tapi nggak berarti dia nggak bisa turun, bisa turun cuma ada triggers-nya,” jelas Budi.

Triggers-nya itu diambil dari data yang ada,” pungkasnya.

Menurut aturan SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, apabila suatu wilayah berada di PPKM Level 3, maka pelaksanaan PTM 100 persen akan turun menjadi 50 persen, jika capaian vaksinasinya di atas 40 persen.

Namun jika capaian vaksinasinya rendah, maka sekolah tersebut wajib melaksanakan PJJ seperti daerah di wilayah PPKM Level 4.

Berikut bunyi aturan tersebut:

2) satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 3, dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh dengan ketentuan sebagai berikut:

a) satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia paling sedikit 10% (sepuluh persen) di tingkat kabupaten/kota, pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan:

(1) setiap hari secara bergantian;

(2) jumlah peserta didik 50 % (lima puluh

persen) dari kapasitas ruang kelas; dan

(3) lama belajar paling banyak 4 (empat) jam

pelajaran per hari.

bagi satuan pendidikan dengan capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di bawah 40 % (empat puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga masyarakat lansia di bawah 10 % (sepuluh persen) di tingkat kabupaten/kota, dilaksanakan pembelajaran jarak jauh.

3) satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 4, dilaksanakan pembelajaran jarak jauh;