Tes Antigen Tidak Sensitif Terhadap Varian Omicron, Kemenkes Angkat Bicara

Mengenal Rapid Antigen, Tes Covid Yang Nanti Diwajibkan Yang Ingin Ke Jakarta
Proses tes swab (Foto: Dok. Satusuaraexpress.co)

Satusuaraexpress.co – Tes Antigen merupakan salah satu cara untuk mendeteksi virus corona Covid-19 dalam tubuh. Namun seiring bermunculan varian baru dari virus ini, tes tersebut dianggap tidak terlalu sensitif untuk mendeteksi penularan Covid-19, terutama varian Omicron.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut masyarakat tak perlu khawatir dengan tes antigen yang digunakan saat ini.

Dia memastikan, tes antigen masih bisa mendeteksi Covid-19 varian apa saja, termasuk Omicron.

“Antigen itu bisa mendeteksi Covid-19, varian apapun. Jangan khawatir tes antigen tetap bisa digunakan,” kata Nadia dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (31/12).

Selama beberapa waktu, tes antigen menjadi salah satu persyaratan untuk melakukan perjalanan atau menghadiri kegiatan tersebut lantaran harganya yang memang tidak semahal tes PCR.

Dalam kesempatan itu, Nadia juga mengungkapkan soal gejala yang bisa dialami seseorang saat terpapar Covid-19 varian Omicron. Gejalanya memang tidak terlalu berbeda dengan varian lainnya.

“Tidak ada bedanya, sebagian besar tidak bergejala atau gejalanya sangat ringan,” kata Nadia.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengungkap tes antigen yang digunakan untuk mendeteksi penularan virus Covid-19 kurang sensitif untuk mendeteksi Covid-19 varian Omicron.

Melalui studi terbaru yang dilakukan lembaga itu bersama National Institutes of Health menemukan, antigen masih bisa mendeteksi varian Omicron, tapi tingkat sensitivitasnya justru rendah atau bisa dikatakan tes antigen lebih jarang menemukan infeksi virus corona atau positif Covid-19.

“Studi sedang dilakukan untuk mengonfirmasi alasan penurunan sensitivitas yang nyata. Setelah diketahui, penyesuaian tes yang ada dapat dilakukan oleh setiap pengembang dengan dukungan dari FDA,” kata FDA, seperti dikutip CNN.

Meski dikatakan memiliki tingkat sensitivitas yang rendah dan kurang sensitif mendeteksi Omicron, Direktur National of Allergy and Infectious Diseases Anthony Fauci mengimbau agar rapid tes Covid-19 bisa tetap dilakukan. Dia juga menambahkan tes ini masih bermanfaat.

“Jangan biarkan siapapun berpikir bahwa FDA mengatakan tes tidak lagi bagus. Mereka mengatakan mereka kurang sensitif sekarang. Mereka tidak pernah 100 persen sensitif,” kata Fauci.

Lagi pula kata Fauci, FDA hanya mengatakan tingkat sensitivitas Antigen menurun untuk varian Omicron bukan berarti tes tersebut tidak bisa digunakan sama sekali.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Rochelle Walensky juga menekankan pentingnya tes antigen yang bisa dilakukan di berbagai lokasi, misal sekolah, pasar dan tempat lainnya.

“Jika Anda menggunakannya secara berurutan (rutin), kami bisa sedikit menyerah soal sensitivitas,” katanya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *