Sabtu, Januari 22, 2022
BerandaRagamKetum Yayasan CBKN Beberkan 7 Program Kepada Wali Kota Medan Boby Nasution

Ketum Yayasan CBKN Beberkan 7 Program Kepada Wali Kota Medan Boby Nasution

Ketua Umum (Ketum) Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara (CBKN) dan Pembina Komunitas Tekstile Tradisional Indonesia (KTTI) Prof. Anna Mariana bertandang ke kediaman rumah dinas Wali Kota Medan Boby Nasution, pada Sabtu (10/12/2021) lalu.

Dalam pertemuan itu, Mariana menyampaikan gagasan Gerakan Nasional Cinta Tenun dan Songket Warisan Nusantara (Genta Wastra) dan tujuh program di hadapan Wali Kota Medan Boby Nasution dan jajarannya.

“Saat ini kita prihatin, banyak generasi muda yang tak mengenal dan mencintai budaya bangsanya sendiri. Lebih bangga dengan produk-produk budaya luar negeri. Semua karena minimnya edukasi pengetahuan tentang tenun, songket tradisional Indonesia sebagai ciri khas dan jati diri budaya bangsa,” kata Ana Mariana dalam pernyataannya, Jumat (17/12/2021).

Lebih lanjut, Mariana mengatakan, Genta Wastra punya target yaitu membantu program pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi.

“Hal tersebut dicapai dengan menggerakkan para pelaku UMKM masyarakat tenun, songket tradisional di Indonesia melalui tujuh program solusi,” katanya.

Ada pun ketujuh program solusi tersebut adalah, pertama, pelestarian budaya tenun dan songket tradisional Indonesia agar dikenal lebih luas dikalangan generasi muda milenial dan masyarakat.

Kedua, lanjutnya, mendorong Kemendikbud-Ristek agar kurikulum sejarahnya dan pendidikan menenun dan menyongket di sekolah-sekolah, baik mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi, dapat diterapkan.

“Tujuannya agar generasi muda bangsa sebagai pewaris dapat mengenal sejarah budaya bangsa sendiri. Harapannya, akan tumbuh regenerasi dan dapat berkembang luas serta produk warisan budaya leluhur tidak punah”.

Ketiga, mendorong Kemenparekraf agar mewajibkan travel-travel agen lokal atau luar negeri yang datang ke Indonesia dapat mengunjungi sentra-sentra tenun songket tradisional, sebagai destinasi pariwisata yang ada di setiap daerah-daerah di kepulauan Indonesia.

“Keempat, mendorong Kementerian Koperasi dan UKM agar UMKM mendapat pembinaan, bantuan, pendampingan secara intentif dan lebih fokus,” ungkapnya.

Kelima, mendorong Kementerian Hukum dan HAM, melalui Direktorat HaKI. “Tujuannya agar dapat membantu pemerintah daerah dalam memberi perlindungan hak cipta bagi para UMKM pengembang motif- motif tenun, songket,” tukasnya.

Keenam, mendorong Kementerian Perdagangan agar memberi aturan dan regulasi bagi para brand-brand luar negeri yang membanjiri indonesia. “Tujuannya agar wajib menggunakan produk lokal tenun, songket tradisional sebagai ciri khas budaya Indonesia”.

Ketujuh, mendorong kementerian terkait agar mengkampanyekan gerakan mewajibkan seluruh lapisan masyarakat, baik ASN atau swasta, para siswi swasta-negeri menggunakan busana tenun songket tradisional khas Indonesia setiap Selasa atau Kamis.

Saat audiensi, pihaknya juga menyampaikan dukungan terkait Keputusan Presiden (Kepres) Hari Tenun dan Songket Nasional pada 7 September.

Menurut Mariana Kepres tersebut sejalan dengan perjuangan para leluhur bangsa, di mana pada 7 September 1929, sekolah tenun dan songket tradisional didirikan pertama kali oleh Dr. Soetomo di Surabaya. Kemudian, sekolah-sekolah tenun dan songket meluas di seluruh Indonesia.

“Kami mendorong Keppres Hari Tenun, Songket Nasional pada 7 September yang saat ini masih proses penandatanganan oleh Presiden Joko Widodo,” katanya.

Pada kunjungan ini juga Yayasan CBKN menganugerahkan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu sebagai Tokoh Genta Wastra Milenial.

Alasannya, keduanya seorang tokoh muda yang sangat menginspiratif, kreatif, inovatif, dan kecintaan serta kepedulian pada budaya Indonesia begitu tinggi. “Ini yang mendorong Genta Wastra memilih Tokoh Genta Wastra Milenial,” kata Mariana.

Sumber: Sindonews.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular