Kamis, Desember 2, 2021
BerandaHeadlineWanti-wanti Menkes Meski Kasus Turun, Pandemi Covid Belum Usai

Wanti-wanti Menkes Meski Kasus Turun, Pandemi Covid Belum Usai

Satusuaraexpress.co – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, meski pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai, tapi belum usai. Oleh karena itu, pemerintah berharap semua orang terus patuh kepada protokol kesehatan.

Ia menjelaskan, saat ini pandemi Covid-19 sudah mulai melandai, terlihat dari kasus konfirmasi positif maupun yang masuk rumah sakit dan meninggal turun drastis. Tapi tidak semudah itu untuk diselesaikan.

“Pandemi nggak ada yang selesai cepat. Ada yang selesai lima, sepuluh bahkan ada ratusan tahun,” ujarnya dalam webinar virtual yang ditayangkan PKS TV seperti dikutip Minggu (14/11/2021).

Oleh karenanya, saat ini yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah mencari cara untuk terus bisa mengendalikan penularan virus. Salah satunya dengan vaksinasi agar masyarakat memiliki kekebalan dalam menghadapi virus.

“Karena tidak bisa selesai cepat, maka kita sudah tahu, targetnya kita bagaimana mengurangi laju penularannya, bukan langsung menghilangkan. Karena butuh waktu tahunan, ratusan bahkan,” kata dia.

Menurutnya, langkah untuk mengendalikan penularan virus dilakukan agar fasilitas kesehatan Indonesia tidak lumpuh atau tidak melebihi batas kapasitas yang dimiliki. Saat ini kapasitas rumah sakit dalam negeri 400 ribu bed dan maksimal untuk penanganan pandemi Covid-19 hanya 30% atau 120 ribu saja.

“Jadi kita jaga jangan sampai (pasien Covid-19) masuk rumah sakit lebih dari 120 ribu. Kita menjaga maksimal kasus aktif hanya 20% dari 120 ribu yakni 600 ribu. Jadi menghadapi pandemi, apapun itu tujuan utamanya adalah mengurangi laju penularan,” jelasnya.

Menurut dia, untuk mengurangi laju kasus ada empat strategi yang dilakukan. Tiga strategi untuk orang sehat dan satu strategi untuk yang sakit. Strategi untuk yang masih sehat adalah, perubahan perilaku atau prokes ketat atau dikenal dengan 3M. Kedua, mendeteksi atau 3T dan ketiga adalah vaksinasi.

Kemudian, strategi keempat untuk yang sudah sakit adalah terapeutik atau perawatannya. Ini dinilai sebagai strategi kepepet yang memang harus dilakukan.

“Tiga strategi itu diarahkan ke orang sehat di hulu dan kalau keburu sakit ada strategi di hilirnya yakni perawatan. Kalau masuk ke tahap ini (perawatan) sebenarnya sudah terlambat. Jadi yang paling bagus jangan sampai dia sakit, kita berusaha menjaga orang tetap sehat bukan menyembuhkan orang sakit,” tegasnya.

(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular