Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaHeadlineJokowi Mulai Khawatir, Apakah PPKM Bakal Diperketat Lagi ?

Jokowi Mulai Khawatir, Apakah PPKM Bakal Diperketat Lagi ?

Satusuaraexpress.co – Masa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali yang dimulai sejak 2 November lalu berakhir pada hari ini, Senin (15/11/2021).
Sementara itu, PPKM luar Jawa – Bali berakhir satu minggu setelahnya, atau 22 November 2021. Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah PPKM Jawa Bali akan diperpanjang atau tidak.

Pemerintah akan kembali menggelar evaluasi pelaksanaan PPKM. Rapat akan langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada siang ini di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam dua pekan terakhir, sejumlah kabupaten kota di seluruh Jawa Bali memang turun ke level 1, terutama di sejumlah wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Tangerang, Hingga Bekasi.

Pemerintah juga melakukan berbagai relaksasi kebijakan seperti kegiatan sekolah tatap muka, kegiatan kerja di kantor, ketentuan pengunjung mal, hingga transportasi publik.

Namun, bukan berarti situasi benar-benar sudah membaik. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan dalam dua pekan terakhir, perkembangan kasus Covid-19 memang cenderung fluktuatif.

Selama periode 2 hingga 14 November 2021, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus terinfeksi Covid-19 tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya sebanyak 1.166 kasus.

Kemudian disusul oleh Jawa Barat sebanyak 999 kasus, Jawa Tengah sebanyak 654 kasus, Jawa Timur sebanyak 618 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 463 kasus, Banten 219 kasus, dan Bali 167 kasus.

Kenaikan kasus Covid-19 yang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir memang sempat membuat Presiden Jokowi khawatir terjadi ledakan kasus secara tiba-tiba.

Pada akhir bulan lalu misalnya, kekhawatiran Jokowi terungkap setelah mengetahui bahwa tingkat kepatuhan masyarakat mengalami penurunan, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Dari data Satgas, Ada sejumlah kabupaten, kota dan kecamatan yang tingkat memakai masker masih di bawah 6%.

Jokowi juga menerima catatan ada sekitar 105 kabupaten kota di 30 provinsi tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang kasus positifnya naik.

Sejumlah daerah sempat mengalami kenaikan kasus meskipun sedikit dalam beberapa minggu terakhir. Misalnya di Maluku Utara. Kemudian, di Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara dua, Gorontalo, Kalimantan Barat, serta Sulawesi Tenggara.

“Meskipun, sekali lagi, meskipun sedikit tapi tetap ini harus diwaspadai. Ada 105 kabupaten dan kota,” kata Jokowi pada akhir bulan lalu.

Dia juga meminta kepala daerah supaya meningkatkan kewaspadaan, memperkuat protokol kesehatan, hingga deteksi dini dengan tracing dan testing yang masif.

“Oleh sebab itu, saya minta Gubernur, Pangdam, Kapolda mengingatkan kepada Bupati, Walikota, kepada Kapolres dan juga Dandim, Danrem agar tetap meningkatkan kewaspadaan, memperkuat tracing dan testing, dan juga tes betul-betul kontak eratnya dengan siapa,” katanya.

Jokowi mengingatkan agar semua pihak memaksimalkan penggunaan platform aplikasi PeduliLindungi, utamanya di mal, di tempat-tempat wisata, dan di pasar-pasar.

Karena masih ada tempat di kawasan itu yang tidak mewajibkan penggunaan QR Code Peduli Lindungi, namun tetap bisa beroperasi.

Kepala negara mengingatkan meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati.

(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular