Jumat, Desember 3, 2021
BerandaHeadlineIni Kata Sandiaga Uno Terkait Aturan Wajib PCR Berubah-ubah

Ini Kata Sandiaga Uno Terkait Aturan Wajib PCR Berubah-ubah

Satusuaraexpress.co – Soal perubahan aturan terkait persyaratan naik pesawat di Jawa-Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno angkat bicara . Awalnya pemerintah mewajibkan tes PCR untuk penumpang pesawat. Tapi kemudian diganti menjadi hanya wajib antigen.

Begitu juga dengan aturan perjalanan darat 250 km wajib PCR yang baru diumumkan pada 27 Oktober 2021, dihapus pada 1 November 2021.

Sandi menuturkan, wajib tes PCR sempat diberlakukan karena Presiden Jokowi ingin memastikan kasus COVID-19 terus melandai. Semua kebijakan, kata Sandi, sudah melalui pertimbangan matang berdasarkan sains.

“Ini karena kita beradaptasi. Kita semuanya mengoperasikan berdasarkan data dan kita benar-benar fokus pada sains. Jadi misalnya kemarin Presiden minta agar tidak ada pemicu peningkatan kasus COVID-19. Berarti kita masukin dulu tes PCR dan kita lihat stabil,” ujar Sandi seperti dikutip dari unggahan Instagramnya, Jumat (5/11).

Dalam perkembangannya, aturan wajib PCR ditinjau ulang karena kasus COVID-19 tak melonjak. Berdasarkan pendapat ahli wabah, syarat tersebut bisa diganti dengan tes antigen. Maka pemerintah mengubah kebijakan.

“Setelah kita review, epidemiologist bilang oke kalau seperti ini angkanya bisa di bawah 500, boleh ganti antigen. Tapi kita lihat, seminggu lagi bagaimana. Karena PCR kan mahal, kalau diturunin ke antigen ternyata sekarang mendapat respons yang baik. Karantina tadinya 8 hari turun hari ini jadi 3 hari,” papar Sandi.

Meski demikian, pemerintah terus melihat perkembangan situasi. Di tengah pandemi, ketidakpastian sangat tinggi karena perubahan dapat terjadi dengan cepat. Karena itu, mau tak mau pemerintah harus terus beradaptasi. Konsekuensinya, kebijakan yang diambil dapat berubah sewaktu-waktu.

“Jadi dengan begitu, kita harus terbiasa ini adalah era VUCA. Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity. Oleh karena itu pemerintah kita juga harus cepat adaptasi. Jadi kalau sekarang saya lihat ‘gimana sih ganti-ganti loh’, selama itu untuk kebaikan kita bersama, saya rela melakukan sesuatu yang mungkin tidak disukai orang dan support,” ujar Sandi.

Ia menegaskan, kebijakan dibuat untuk kepentingan masyarakat. “Saya sudah berkali-kali bilang bahwa kita tidak punya kepentingan lainnya selain untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kalian, itu adalah prioritas,” tegasnya.

(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular