Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaOpini & CeritaCerita Modul Nusantara dari Mahasiswa PMM 2021

Cerita Modul Nusantara dari Mahasiswa PMM 2021

Satusuaraexpress.co – Hallo sahabat nusantara, sebuah kalimat pemantik dari program ini adalah bertukar sementara bermakna selamanya. Kiranya kesempatan ini kita mampu saling berbagi ilmu agar kehidupan kita kedepan bisa bermakna yang tentunya memaknai setiap realitas yang ada secara rasional. Dikesempatan ini kita diberikan sebuah jalan untuk mengenal lebih jauh bagaimana wujud dari sebuah pertemuan yang dibalut dalam konsep modul nusantara.

Kami ditempatkan disalah satu Universitas yang ada di daratan DIY Yogjakarta yaitu Universitas Amikom Yogjakarta. Hal pertama ketika kami mengikuti program PMM ini kami merasa sangat senang dan bahagia, apa lagi kegiatan modul nusantara sudah luring sehingga banyak hal yang bisa kami dapatkan dan ceritakan. Perlu kita pahami bahwa program Kampus Merdeka yang diantaranya terdapat program Pertukaran Mahasiswa Merdeka bagian dari program pertama kali dari Kemendikbud sehingga antusiasme dari mahasiswa dari sabang sampai maraoke begitu tinggi.

berbagai perbedaan dalam lingkup Nusantara menjadi sebuah catatan penting bagi keberlanjutan hidup sebagai bangsa yang besar dengan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam dan budaya lokal yang melimpah ruah tersebar dari sabang sampai maroke.

Kegiatan tersebut di balut dalam konsep Modul Nusantara dengan di awali menggambarkan bentuk sebuah ke Bhinnekaan. Kebhinnekaan dalam artian perbedaan menjadi salah satu jembatan akan persatuan. Berbagai unsur perbedaan itu terlihat dari peserta PMM yang ada dimana latar belakang suku, budaya, agama menjadi hal menonjol dalam kegiatan ini. Kemudian kami diajak untuk mengenal jati diri kita masing-masing dan jati diri Bangsa kita. Untuk bagaimana kita menyadari dan merefleksikan nila-nilai yang terkandung dalam setiap proses kebhinnekaan.

Kemudian kami di ajak bagaimana memahami apa yang kita lakukan hari ini dan apa yang kita lakukan 20 tahun yang akan datang atau menjadi apa kita dimasa depan. Sahabat nusantara yang budiman, kebhinnekaan adalah simbol utama dalam persatuan bangsa kita. Sebuah perbedaan latar belakang bukan menjadi sebuah halangan apa lagi sekat, melainkan menjadi jembatan untuk saling bertukar ilmu dan informasi yang menjadikan dasar kita mengenal jati diri kita dan bangsa kita. Satu hal yang unik sahabat nusantara dimana peserta yang ada menyatukan berbagai perbedaan.

Contohnya saja diantara kami terdapat perbedaan agama/keyakinan. Kami satu kost dengan konsep satu ranjang yang bersusun namun diantara kami tidak ada sekat. Bahkan kami sesekali berdiskusi soal apa dan bagaimana keyakinan kita masing-masing. Kami bertukar informasi mengenai apa dan bagaimana. Dan kesimpulan dari itu adalah kita sama-sama sepakat bahwa agama/keyakinan adalah jalan untuk menuju Tuhan dengan caranya masing-masing dan bukan agama/keyakinan yang membawa dampak buruk melain orang/oknum itu sendiri yang salah memaknai dari apa yang dia pelajari.

Setiap aktifitas yang kami lakukan itu saling
mendukung tanpa melihat status latar belakangnya.
Sahabat nusantara yang arif, setelah kami meramu dari bentuk perbedaan yang ada
kami diajak untuk lebih dalam mengenal Kebhinnekaan. Melihat kita hari dan dimasa
depan maka kita membutuhkan yang namanya inspirasi sebagai dasar penyuplai kadar
semangat dalam diri kita. Sebelum itu kita meramu masa depan, maka perlu kita
menyadari bahwa apa sebenarnya landasan pacu kita hari ini. Di era globalisasi yang
kian pesat dengan teknologi yang merambak diberbagai lini kehidupan sosial
masyarakat dunia menjadi dasar kita sebagai generasi yang merefleksikan jati diri
bangsa yang dibalut konsep kebhinnekaan sepatutnya harus mampu aktif dan pro aktif
dalam pergeseran peradaban. Mengingat generasi muda adalah aktor utama
penggerak kemajuan bangsa dan pertahanan bangsa kita. Maka dari itu bagaimana
kita memanfaatkan teknologi yang ada untuk eksplorasi sesuai sub bidang kajian kita
masing-masing.
Sahabat nusantara yang tangguh, merdeka atau mati adalah simbol perjuangan
dimasa-masa kemerdekaan. Dimasa sekarang di era globalisasi dan modernisasi
simbolnya adalah kreatif, inovati, dan bersolusi. Hal utama keterkendalaan dari
generasi yang menghambat kemajuan bangsa adalah ketika generasinya kurang
updute dan tidak memiliki kreatifitias yang diinovasikan. Diprogram modul nusantara
kita diajak untuk belajar dari tokoh inspiratif yang bergerak dibidang Influence. Banyak

cerita yang digambarkan dari narasumber bagaimana kita menemukan personal
branding dan mengenal peluang dari kelebihan yang kita punya. Berbagai tips dan
cara kdiberikan dari narasumber dalam mengeksplor kreatifitas inovatif yang tentunya
memiliki solusi yang berguna bagi diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita
terkhususnya untuk kepentingan negara dan kemajuan bangsa kita.
Sahabat nusantara yang kuat, hal yang paling ditunggu-tunggu dari peserta PMM
adalah ketika modul nusantaranya bertajuk jalan-jalan mengeksplor Kebhinnekaan.
Sebelumnya diantara kami, tidak ada peserta yang berasal dari daratan jawa.
Melainkan kami berasal dari luar jawa yang uniknya kita membawa simbol-simbol
daerah yang berbeda-beda. Baik dari segi kuliner, bahasa, budaya dll. Semuanya
disatukan dalam konsep modul nusantara yang merajuk perbedaan menjadi satu
kesatuan yang saling menguatkan.
Sahabat nusantara yang terkasih, hal pertama yang kami lakukan dalam mengeksplor
kebhinnekaan adalah mencicipi cita rasa kuliner nusantara yang ada dijogja. Suatu rasa
syukur atas nikmat yang ada, kita bisa memadukan cita rasa dan membandingkannya.
Yang uniknya disini cita rasa kuliner jogja dikenal dengan manisnya. Dari sejarah yang
ada dimana masyarakat zaman dulu lebih suka mengeksplor sumber daya yang ada
disekitarnya dan kebetulan penghasil bumi masyarakat jogja lebih pada pengolahan
gula aren dan tebu. Sehingga cita rasa kuliner jogja manis-manis. Berbagai bentuk
refleksi cita rasa yang dipadukan dan ada kesamaan dari daerah lain namun ke unikan
rasa manisnya lebih kental khas kuliner jogja membuat lidah kita dimanjakan.
Sahabat nusantara yang terbaik, jalan-jalan berikutnya diakhir pekan ini kami
melaksanakan kegiatan ke bhinnekaan yaitu warisan budaya dunia batik dan candi. Hal
muncul dibenak kami bahwa karakteristik historical budaya nusantara bangsa kita
sangat melekat dengan namanya batik mengingat simbol atau gambar disetiap ukiran
batik itu memiliki cerita dan filosofi yang menggambarkan proses ke bhinnekaan
bangsa kita dan juga karya Candi yang memiliki arsitektur yang megah, unik dan
filosofis. Suatu hal yang unik karena kami kebanyakan tidak pernah membatik secara
langsung sehingga ketika kami memulai mengukir kebanyakan dari kami melakukan
kesalahan baik itu ukirannya keluar dari pola, malamnya yang menetes kesana kemari,
smpai tangannya gemetaran. Tapi secara keseluruhan ini pengalaman yang menarik
dan bisa mengetahui secara langsung proses membatik dari ahlinya. Kemudian
biasanya kami hanya melihat candi borobudur dan candi mendut lewat foto atau sosial
media. Namun kami bisa melihat secara langsung begitu megah dan kokohnya
arsitektur tradisional masa lalu yang membuat karya seni rupa 3 dimensi yang
mengangkasa dibenak kita bersama

Sahabat nusantara inilah bagian dari cerita yang kami dapatkan selama kegiatan modul
nusantara dalam program pertukaran mahasiswa merdeka kampus merdeka 2021.
Tidak hanya sampai disini masih ada kegiatan lanjutannya namun ini sepenggal kata,
cita rasa, semangat yang tercurahkan dalam satu lingkup Ke Bhinnekaan

PMM

Nama :Andi Mappiare
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Fakultas:Ilmu Sosial Dan IlmuPolitik
PT Asal :Universitas Muhammadiyah Makassar
PT Penerima Program PMM Kampus Merdeka : Universitas Amikom Yogyakarta
Motto : Dimana Kaki Berpijak Dimana Fikiran Bertahta Disitulah Ilmu Pengetahuan

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular