Kamis, Desember 2, 2021
BerandaHeadlineBebas Macet, 40 Ruas Tol ini Gunakan Teknologi MLFF Berlaku Akhir 2022

Bebas Macet, 40 Ruas Tol ini Gunakan Teknologi MLFF Berlaku Akhir 2022

Satusuaraexpress.co – Indonesia akan menerapkan sistem transaksi tol tanpa berhenti yang disebut Multi Lane Free Flow (MLFF). Sistem transaksi tol nontunai nirsentuh ini akan diterapkan di Indonesia mulai tahun depan.

MLFF menjadi salah satu inovasi baru melalui sistem pembayaran nirsentuh dengan menciptakan suatu efisiensi, efektifitas, aman, dan nyaman dalam penerapan sistem pembayaran Jalan Tol di Indonesia. Pengendara tak perlu berhenti untuk ngetap e-Toll atau bayar tol. Cukup melaju saja, transaksi tol sudah bisa dilakukan secara otomatis.

Dalam keterangan tertulis Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sistem tranksasi Tol Nontunai Nirsentuh MLFF ini diharapkan betul-betul matang dan dapat mulai diterapkan pada akhir 2022. Disebutkan, sistem transaksi tol tanpa berhenti ini akan diberlakukan di 40 ruas tol di Pulau Jawa dan Bali.

“Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di smartphone. Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang didetrminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif,” tulis BPJT dalam keterangannya.

Penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hongaria. Manfaat lain dari kehadiran sistem transaksi MLFF ini yaitu salah satunya adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan.

Penerapan waktu transaksi di gerbang tol turun menjadi 0 detik. Padahal, transaksi gerbang tol dengan uang elektronik sebelumnya memakan waktu hingga sekitar 4 detik dan waktu transaksi dengan uang kartal adalah sekitar 10 detik.

Dengan diimplementasikannya sistem ini pembayaran tol tidak lagi perlu berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan seperti biasa. Dengan begitu, tidak ada lagi antrian pada gerbang tol dan mempersingkat waktu tempuh dan efisien.

Cara transaksi tol tanpa berhenti ini tentunya akan mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di gerbang tol. Apalagi, kemacetan di pintu tol ini disebut-sebut bisa menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, bahkan kerugian bisa mencapai Rp 4,4 triliun. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular