Kamis, Desember 2, 2021
BerandaHeadlineAwas! Ri Dilanda 'Tsunami' Kebangkrutan

Awas! Ri Dilanda ‘Tsunami’ Kebangkrutan

Satusuaraexpress.co – Pandemi membuat kebangkrutan semakin nyata terlihat di Indonesia. Sejumlah toko ritel dan mal di beberapa wilayah bangkrut bahkan dikabarkan tutup, walaupun pelonggaran aktivitas mulai dilakukan.

Seperti banyak toko di mal yang over kredit alias pindah tangan pada penyewa lain, meski kontrak belum habis. Selain itu beberapa pusat perbelanjaan juga direncanakan dijual.

“Ada yang dilego, itu ada masalah sebelum-sebelumnya bisa,” kata Ketua Umum Himpunan Perital dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo, dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut Budihardjo untuk memulihkan masalah itu adalah dengan transaksi penjualan. Sayangnya ide tersebut sulit dilakukan karena daya beli masyarakat yang menurun.

Bahkan diskon juga sulit karena banyak usaha yang masih dalam keadaan sulit. “Itu yang harus segera diberikan bantuan semua pihak, sehingga kita bisa dapat pelunasan untuk melunasi kewajiban-kewajiban,” ungkapnya.

Penjualan mall juga terus berlanjut, terbaru adalah mall Cibinong Square di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi ini sudah terjadi beberapa kali terjadi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja, mengatakan setidaknya ada 7 mal dijual dan 1 mal ditutup.

“Pusat perbelanjaan tercatat ada 8 pusat perbelanjaan, 1 tutup sisanya alih kepemilikan (7 mal dijual). Ini yang sudah diketahui, tapi masih banyak yang proses penyelamatan atau ambil alih dalam penawaran,” kata Alphonsus, dilansir dari CNBC Indonesia, pada Kamis (28/10/2021).

Cukup sulit menentukan berapa banyak mall yang dijual atau ditutup. Sebab tidak semua pusat perbelanjaan yang akan dijual melaporkan hal itu ke asosiasi.

Jika menghitung jumlah ritel maka jumlahnya lebih banyak lagi. Sektor ini juga yang paling banyak terdampak pandemi, sehingga jumlahnya pun sangat banyak.

“Kita bedakan pusat perbelanjaan yang menyewakan tempat ke ritel, dengan ritel atau penyewaan. Kalau ritel jauh lebih banyak yang menjual (usahanya),” kata Alphonzus.

Sebelumnya tercatat sejumlah ritel akhirnya harus ditutup. Salah satu yang ditutup adalah Matahari Department Store (LPPF) di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat pada bulan lalu.

Sementara itu PT Hero Supermarket Tbk (HERO) juga menutup semua gerai Giant pada Juli 2021. Gerai Giant berubah menjadi IKEA pada lima gerai dan sisanya menjadi Hero.

Tercatat aksi penjualan mall sudah terjadi sejak pandemi menghantam Indonesia hampir dua tahun terakhir. Di kota Bandung ada Ubertos yang dijual, selain itu juga ada Golden Truly di Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat yang ditutup pada 1 Desember 2020. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular