Minggu, Desember 5, 2021
BerandaHeadlineAstraZeneca Cuan Rp 31 Triliun, Hasil Jualan Vaksin Covid

AstraZeneca Cuan Rp 31 Triliun, Hasil Jualan Vaksin Covid

Satusuaraexpress.co – Perusahaan farmasi asal Inggris-Swedia, AstraZeneca, membukukan laba pertama dari penjualan vaksin Covid-19.

Perusahaan berhasil mendapatkan US$ 2,2 miliar atau setara Rp 31,1 triliun (asumsi Rp 14.170/US$) dalam sembilan bulan pertama 2021. Pada kuartal yang berakhir 30 September, penjualan vaksin mencapai US$ 1,05 miliar (Rp 14,8 triliun).

Perusahaan farmasi terbesar di Inggris ini mengatakan pihaknya memperkirakan keuntungan lebih dari vaksin pada kuartal terakhir tahun ini.

“Perusahaan sekarang mengharapkan untuk secara progresif mentransisikan vaksin ke profitabilitas ketika pesanan baru diterima,” kata perusahaan, dikutip dari CNN International, Jumat (12/11/2021)

Mayoritas penjualan vaksin antara Oktober dan Desember 2021 diharapkan berasal dari perjanjian pasokan yang ada. AstraZeneca juga mengatakan pihaknya juga mengharapkan beberapa pesanan baru.

Seorang juru bicara perusahaan menegaskan bahwa AstraZeneca akan terus memenuhi pesanan yang ada ke negara-negara berkembang tanpa keuntungan, seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“Kami masih sangat menghormati perjanjian kami yang ada dengan Oxford [University] dan akan terus memenuhi pesanan [itu] dengan harga murah,” katanya.

“Kontribusi keuntungan terbatas dari vaksin pada kuartal keempat akan mengimbangi biaya yang terkait dengan obat kombinasi antibodi Covid-19 yang sedang diuji coba,” tambahnya.

Penjualan vaksin Covid-19 berkontribusi pada peningkatan total pendapatan AstraZeneca untuk sembilan bulan pertama tahun ini, yang naik hampir sepertiga menjadi US$ 25,4 miliar.

Dikatakan perusahaan dan mitra sub-lisensi telah merilis lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin pada 30 September 2021, untuk pasokan di lebih dari 170 negara.

Sementara laba operasional keseluruhan AstraZeneca untuk tahun ini turun 63% dari periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 1,3 miliar. Laba sebelum pajak merosot menjadi US$ 371 juta dari US$ 2,75 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurut perusahaan, memasok Covid-19 tanpa keuntungan ke AstraZeneca berkontribusi pada penurunan margin laba inti enam poin persentase menjadi 74,1%, di samping kenaikan biaya umum dan biaya penelitian. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular