Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaJabodetabekTempat Sampah Liar Cemari Cisadane, Pegawai Pemkot Tangerang Diperiksa Polisi

Tempat Sampah Liar Cemari Cisadane, Pegawai Pemkot Tangerang Diperiksa Polisi

Reporter : Muhamad Iqbal

Kota Tangerang,Satusuaraexpress.co – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismanysah menyebut, sudah ada pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang diperiksa Polisi karena adanya tempat pembuangan sampah liar di sempadan Sungai Cisadane di wilayahnya.

“Kan saya sudah bilang dari awal saya serahkan ke Kepolisian jadi nanti bisa tanya ke KLHK karena pegawai kita juga sudah ada yang di BAP periksa karena kan cari informasi,” kata Arief, Kamis (30/9/2021).

Arief mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyerahkan sepenuhnya persolan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang terdapat di bantaran sungai Cisadane wilayah Kecamatan Neglasari ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Demikian diungkapkan oleh Walikota Tangerang Arief Wismansyah.

“Itu sekarang sudah ditangani oleh pemerintah pusat yakni KLHK,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh TPS liar tersebut sudah beroperasi sejak 2008 dan diduga juga menampung sampah dari luar Kota Tangerang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun sudah melakukan penyegelan pada Kamis, (23/09/2021) lalu.

“Karena pusat sudah turun jadi nanti tanya ke pusat ke KLHK,” katanya.

Namun demikian, Arief tak menjelaskan pegawai dari dinas mana yang sudah dipanggil polisi. Hal itu kata dia bisa ditanyakan ke KLHK.

Sebelumnya, Kasubdit Penyidikan Pencemaran Lingkungan hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Anton Sardjanto mengatakan pihaknya menyegel semua TPS liar di bantaran sungai Cisadane wilayah Kecamatan Neglasari. Ini dilakukan kata dia sebagai dasar pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).

Anton mengatakan pihaknya memang berencana mengambil tindakan hukum. Lantaran, pelanggaran yang dilakukan sudah jelas. Namun demikian, pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan dan data.

“Ya rencana kami nanti akan kita, kita batu mengumpulkan data dan Keterangan jadi nanti kan masih pengembangan. Ketika sudah ada unsur-unsur pidana sesuai dengan UU 18 tahun 2008 tidak menutup kemungkinan menuju proses pidana,” jelas Anton. (mi)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular