Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaHeadlineSatgas Akui Kasus Baru Covid-19 Bermunculan Lagi di RSCM, WHO Ingatkan Gelombang...

Satgas Akui Kasus Baru Covid-19 Bermunculan Lagi di RSCM, WHO Ingatkan Gelombang 3

Satusuaraexpress.co – Pasien Corona di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali bermunculan pada Oktober 2021. Menurut juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, peningkatan memang ada namun jumlah kasus yang dilaporkan terbilang sedikit.

Meski begitu, pemerintah tetap memantau situasi fasilitas kesehatan, menyiapkan strategi bila terjadi peningkatan kasus COVID-19 signifikan.

“Kami menerima laporan dan tentu kekhawatiran tentang ini juga, tapi untuk melihat kasus di Indonesia setidaknya laporan dari Jakarta, di sana ada sedikit kenaikan, tapi tidak banyak,” beber Wiku dalam konferensi pers bersama media internasional, Selasa (19/10/2021).

“Jadi itu kenapa itu menjadi perhatian fasilitas kesehatan untuk melaporkan ke pemerintah untuk mengerti situasinya. Jadi bisa kita kontrol jika sesuatu terjadi lebih dari biasanya,” sambung dia.

Sebelumnya, Wiku kerap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah dan abai dalam protokol kesehatan meskipun kini tren kasus COVID-19 Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Hal ini disampaikan di tengah prediksi gelombang ketiga COVID-19 yang berpotensi terjadi akhir Desember 2021.

Dihubungi terpisah, panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dicky Budiman menjelaskan mengapa Indonesia masih berisiko menghadapi gelombang ketiga COVID-19 saat muncul prediksi hampir 80 juta warga sudah terinfeksi Corona, atau sekitar 29 persen dari populasi diyakini memiliki kekebalan alamiah per 1 Oktober 2021.

Jika ditambah perkiraan kekebalan pasca vaksinasi, Dicky menyoroti masih ada sekitar 50 persen warga Indonesia yang menjadi kelompok rawan terpapar COVID-19, begitu pula dengan antibodi yang menurun pasca 6 bulan divaksinasi.

Per Senin (18/10/2021), vaksinasi dosis pertama tercapai 51,71 persen dari target sasaran, sementara dosis kedua di angka 30,23 persen.

“Walaupun dalam prediksi lembaga AS (IHME) itu sudah mendekati 80 juta lah penduduk kita yang terinfeksi, ditambah dengan yang sudah divaksinasi menjadi katankanlah sudah 40 persen atau 50 persen, tetap ada risiko,” sambungnya.

“Singapura aja itu 8 persen yang penduduknya belum divaksinasi penuh aja masih bisa meledak apalagi kita, jadi itu yang membuat kenapa potensi gelombang ketiga atau gelombang berikut itu menjadi tetap besar,” jelas dia.

Dicky menyarankan agar pemerintah bisa memaksimalkan cakupan vaksinasi hingga melampaui 60 persen untuk dosis lengkap. Level penularan transmisi dijaga dalam tingkat terendah, sembari terus menguatkan strategi tracing dan testing.

(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular