Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaHeadlineAlhamdulillah! Arab Resmi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram

Alhamdulillah! Arab Resmi Cabut Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram

Satusuaraexpress.co – Pada Minggu (17/10/2021), Masjidil Haram di Kota Makkah Arab Saudi beroperasi dengan penuh. Ini sejalan dengan penghapusan aturan social distancing atau jaga jarak selama pandemi Covid-19.

Tanda social distancing yang diperuntukkan untuk memandu orang berjaga jarak di dalam dan sekitar mesjid juga dihapus oleh para pekerja di Masjidil Haram.

“Ini sejalan dengan keputusan melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah serta pengunjung Masjidil Haram untuk kapasitas penuh,” ungkap laporan kantor berita resmi Saudi Press Agency, seperti dikutip AFP, Minggu (17/10/2021).

Dari gambar dan rekaman pada Minggu pagi waktu setempat memperlihatkan sejumlah orang beribadah secara berdampingan. Terlihat adanya barisan lurus jamaah yang pertama kali terlihat sejak Covid-19 melanda sebagian besar dunia termasuk Arab Saudi pada tahun lalu.

sumber twitter haramaininfo 2
Sumber Twitter @HaramainInfo Foto: Sumber Twitter @HaramainInfo

Meskipun tanda social distancing dihapuskan, masih ada aturan lain di Masjidil Haram. Salah satunya pihak berwenang menyebut pengunjung diharuskan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 penuh.

Masker juga wajib digunakan oleh para jamaah. Selain itu Ka’bah masih tertutup dan di luar jangkauan.

Pandemi Covid-19 jelas mengganggu pelaksanaan kegiatan seperti haji dan umroh di Arab Saudi. Misalnya pada bulan Juli hanya sekitar 60 ribu penduduk yang telah divaksin untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan haji.

Sementara pada Agustus lalu, Arab Saudi mengumumkan akan mulai menerima kedatangan warga asing yang sudah divaksinasi untuk melaksanakan umroh.

Selain itu, pihak pemerintah juga mengumumkan kebijakan soal kehadiran orang untuk event olahraga. Laporan SPA, mulai hari Minggu ini, penggemar yang telah disuntik penuh diizinkan datang ke acara di seluruh stadion serta fasilitas olahraga lain.

Kebijakan lain yang dikeluarkan pemerintah setempat adalah penggunaan masker untuk ruang terbuka tidak lagi wajib.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 di negara itu dilaporkan sebanyak lebih dari 547 ribu kasus. Adapun kematian akibat virus tercatat sebanyak 8.760 orang.(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular