Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineWarga Geger, Spanduk Penolakan Nonton Film G30S/PKI Terpasang di Sejumlah Titik Sawah...

Warga Geger, Spanduk Penolakan Nonton Film G30S/PKI Terpasang di Sejumlah Titik Sawah Besar Jakpus

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Bertepatan peringatan Hari G30S/PKI, sebuah sepanduk bertulisan penolakan menonton film G30S/PKI membuat geger publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tampak spanduk-spanduk itu bertulisan ‘Warga Kel Karanganyar Tolak Nobar Film G30S/PKI, ‘Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga Mangga Dua Selt, ‘Tolak Nobar Film G30S/PKI Warga PS.BARU’.

Adapun spanduk yang menyebabkan kontroversi itu terbentang di sejumlah titik di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus).

Mengetahui hal tersebut, warga melaporkan ke Satpol PP Kecamatan setempat untuk segera menertibkan.

“Kemarin itu tidak ada, pas tadi malam (Selasa) saat patroli prokes pada lapor (ada spanduk),” kata Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar Darwis Silitonga saat dikutip Satusuaraexpress.co, pada Kamis (30/9/2021).

Ia mengatakan pihaknya mendapati spanduk itu saat melakukan operasi tertib masker rutin pada Selasa (28/9) malam. Spanduk itu, kata dia, terpasang di enam titik di wilayah Sawah Besar.

“(Spanduk) di Pasar Baru ada dua sama di Jalan Samanhudi, di sekitar Wisma Antara, Mangga Dua, di Stasiun Jayakarta, di Pasar Gapok,” sebutnya.

Darwis menuturkan spanduk-spanduk tersebut telah diturunkan. Ia menilai pencopotan spanduk tolak nobar film 30S/PKI tersebut terkait pelanggaran ketertiban umum. Saat ini pencopotan sudah dilakukan bersama unsur tiga pilar Kecamatan Sawah Besar.

“Pencopotan itu kan nggak ada urusan dengan (isi) spanduk ya, urusan kita copot spanduk karena ganggu ketertiban, ada enam titik. Sudah dicopot tadi antara jam 8-9 pagi,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya bakal melakukan patroli di wilayah Kecamatan Sawah Besar. Hal itu, kata dia, untuk mengantisipasi agar perbuatan serupa tidak terulang.

“Antisipasinya kita kan ada woro-woro malam jam 21.00 WIB sampai jam 01.00 WIB itu kan, kalau ada lagi diambil-ambilin aja. Kita lebih ke ketertiban umum saja,” ujar dia.

Perkembangan Virus Corona


Most Popular