Sabtu, Desember 4, 2021
BerandaJabodetabekDKI JakartaTerkait PTM, Ketua PGRI DKI Menyarankan Masyarakat dan Pemerintah Harus Kerjasama

Terkait PTM, Ketua PGRI DKI Menyarankan Masyarakat dan Pemerintah Harus Kerjasama

Reporter: Ghugus Santri

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Senin (30/8) lalu. Diketahui sebanyak 610 sekolah di Jakarta diizinkan melaksanakan PTM.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta, Dr H Adi Dasmin menyampaikan beberapa poin untuk sekolah-sekolah yang diberikan izin melaksanakan PTM.

Baca Juga: Dinas Pendidikan DKI Laksanakan PTM Lima Hari Dalam Satu Pekan

Adi Dasmin mengatakan, Kegiatan di sekolah untuk PTM harus sangat ketat, dari memulai pembelajaran hingga selesainya pembelajaran di sekolah.

“Mulai dia masuk, suhunya harus diukur, kemudian ketika dia masuk tidak bergerombol. Saat siswa masuk ke kelas, tempat duduknya harus diatur.” tuturnya saat dihubungi via telepon Satusuaraexpress.co, Selasa (7/9/2021).

“Kemudian, ketika dalam proses pembelajaran, anak-anak tidak jalan kesana kesini, tidak boleh meminjam alat-alat. Untuk kantin tidak boleh dibuka. dan ketika keluar, anak-anak pun tidak boleh bergerombol.” tambah Adi Dasmin.

Pemerintah dan masyarakat bersinergi

Menurut Dasmin, baik masyarakat maupun pemerintah harus bekerja sama untuk pelaksanaan PTM bagi siswa tersebut.

Baca Juga: Serba-Serbi PTM Terbatas Hari Pertama, Siswa Antusias Hingga Tak Bisa Tidur

“Harus tetap dimonitoring oleh Satpolpp, puskesmas, Dinas Pendidikan, dan dinas kesehatan.” ujarnya.

Namun apabila ada kasus Covid-19 di sekolah, lanjut Dasmin, sekolah tidak boleh dijadikan kambing hitam karena ada anak yang terpapar.

“Karena di sekolah hanya belajar seminggu satu kali dan hanya dua jam pelajaran. Jadi lamanya anak itu bukan di sekolah tetapi di luar sekolah.” jelasnya.

Dasmin mengatakan, harus adanya kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan orang tua. ketika anak itu pulang sekolah, siapa yang menjamin anak ini tidak bergerombol di luar sekolah.

“Oleh karena itu, jika ada kasus Covid-19, jangan menyalahkan sekolahnya. mohon masyarakat dan petugas untuk meraziah jika ada anak-anak melakukan kerumunan di luar sekolah.” tandasnya.

Baca Juga: Ini 5 Tips Agar Tetap Aman Ketika Mulai Sekolah Tatap Muka

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular