Kamis, Desember 2, 2021
BerandaEkonomi & BisnisRupiah Menguat, Bye-Bye Dolar AS

Rupiah Menguat, Bye-Bye Dolar AS

Penulis: Marwan Sidik Permana | Editor: Ghugus Santri

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBC) pada Senin 6 September 2021 secara resmi memulai implementasi kerjasama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara Indonesia dan China.

“Kerangka kerjasama dimaksud meliputi, antara lain, penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung (direct quotation) dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing antara mata uang Rupiah dan Yuan,” bunyi keterangan resmi BI, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Awan Tunai Memperoleh 56,2 Juta Dolar AS dalam Series A2 Funding Round

Kerangka kerja sama ini disusun berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBC Yi Gang pada tanggal 30 September 2020.

Selain dengan China, BI juga telah memiliki kerangka kerja sama LCS dengan beberapa negara mitra lainnya, yaitu Jepang, Malaysia, dan Thailand.

Baca Juga: Awan Tunai Memperoleh 56,2 Juta Dolar AS dalam Series A2 Funding Round

Perluasan penggunaan LCS diharapkan dapat mendukung stabilitas Rupiah melalui dampaknya terhadap pengurangan ketergantungan pada mata uang tertentu di pasar valuta asing domestik.

“Penggunaan LCS memberikan banyak manfaat langsung kepada pelaku usaha, antara lain: (i) biaya konversi transaksi dalam valuta asing yang lebih efisien, (ii) tersedianya alternatif pembiayaan perdagangan dan investasi langsung dalam mata uang lokal, (iii) tersedianya alternatif instrumen lindung nilai dalam mata uang lokal, dan (iv) diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi luar negeri,” tulis BI.

Baca Juga: Menukik, Cadangan Devisa Maret 137,1 Miliar Dolar AS

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular