Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHeadlineRI Masih Dibayangi Gelombang Covid-19, WHO Sarankan Prioritaskan Vaksin Untuk Kelompok ini

RI Masih Dibayangi Gelombang Covid-19, WHO Sarankan Prioritaskan Vaksin Untuk Kelompok ini

Satusuaraexpress.co – Membaiknya pandemi COVID-19 RI diakui sejumlah pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun kondisi ini belum menjadi lampu hijau untuk RI lepas waspada sebab risiko gelombang ketiga COVID-19 masih ada.

Seiring penurunan tren kasus harian, Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih mengingatkan masih ada kasus kematian akibat COVID-19 di RI. Hal itu menandakan Indonesia sebenarnya belum keluar dari bahaya.

“Sekarang Indonesia dalam kondisi kasus yang turun, harus diingat bahwa angka itu adalah jumlah orang yang sakit, dan orang yang sakit tetap membutuhkan resources, kemudian tetap masih ada banyak orang yang meninggal. Akhirnya artinya, sama sekali belum keluar dari bahaya dan belum selesai sebenarnya,” bebernya dalam diskusi daring, Rabu (23/9/2021).

Kuncinya di lansia

Ia menegaskan penggencaran vaksinasi menjadi kunci untuk mencegah naiknya kembali kasus COVID-19. Agar efektif, vaksinasi perlu diutamakan untuk kelompok paling rentan mengalami gejala berat dan kematian, tak lain lansia.

“Lansia dan tenaga kesehatan (nakes). Apabila mereka terproteksi, maka itu duluan yang akan duluan menghentikan penyebaran, duluan menghentikan kematian,” ujar Diah.

“Ini yang seharusnya dipegang betul, fundamental ini supaya berhenti penyebarannya, dan berhenti kematiannya. Kalau sekarang turun kasusnya, diperbaiki dari depan kembali,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Co-founder Kawal COVID-19, Elina Ciptadi menambahkan vaksinasi pada lansia masih menjadi sorotan karena cakupannya yang tergolong rendah. Ia menegaskan, usia muda wajib mengingatkan dan membantu para orang tua untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Orang-orang yang tervaksinasi di Indonesia saat ini dosis pertama itu sudah 38 persen dari kelompok yang eligible, yang sudah mendapat at least dosis pertama,” ujar Elina.

“Tapi kalau dalam kelompok lansia, pencapaian dosis pertama baru 17,89 persen, belum ada 20 persen dari lansia yang mendapat vaksinasi lengkap padahal mereka kelompok yang paling duluan divaksinasi,” pungkasnya. (*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular