Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaJabodetabekDKI JakartaPihak Masjid At Tabayun Taman Vila Meruya Melaporkan Penggugat Pembangunan Masjid

Pihak Masjid At Tabayun Taman Vila Meruya Melaporkan Penggugat Pembangunan Masjid

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kuasa hukum Panitia Masjid At Tabayyun, Rahmatullah telah melaporkan perbuatan melawan hukum terkait memanipulasi data warga yang diduga dilakukan oleh DR Hartono SH, kuasa hukum atas nama 10 Ketua RT Taman Villa Meruya.

Pihaknya mengadukan dugaan Hartono SH dan kawan-kawan dengan Pasal 263 KUHP Tindak Pidana Pemalsuan Surat yang ancaman hukumannya 6 (enam) tahun.

Lihat gambar: lihat angka 116 & 190 dalam list warga yang menggugat itu.

IMG 20210901 104112

IMG 20210901 105826

Rahmatullah membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut bernomor LP/B/4.058/VIII/2021/ SPKT/ Polda Metro Jaya 20 Agustus 2021.

Hartono SH dan kawan-kawannya pun diduga melanggar Pasal 263 KUHP Tindak Pidana Pemalsuan Surat yang ancaman hukumannya 6 (enam) tahun.

Adapun yang memanipulasi data Ir Budiharto diduga Ketua RTnya sendiri, Hendro Hananto Putro. Sedangkan yang “mengerjai ” Andi Muchainin diduga Ketua RT 001 Andi Widijanto K.

Banyak warga yang yakin, pelibatan beberapa warga sebagai penggugat dilakukan dengan modus operandi yang sama.

Warga hanya diminta voting— memilih satu dari dari dua lokasi yang jadi opsi, lalu “disunglap” menjadi gugatan hukum.

Perbuatan itu terungkap pada 16 Agustus lalu pada sidang ke-5 gugatan terhadap izin pembangunan masjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya (TVM), Jakarta Barat yang diterbitkan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan bernomor 1021/2020 tanggal 9 Oktober 2020.

Dalam sidang itu terungkap fakta mengejutkan. Dua orang warga TVM —Budiharto dan Andi — tidak pernah memberi kuasa kepada Para Penggugat dalam hal ini Hartono SH. Ketua Majelis Hakim DR Andi Ali Rahman yang mengetahui itu, berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut.

Pihak penggugat Masjid At Tabayyun Hartono justru menantang dengan mempersilakan kasus tersebut dilaporkan.

“Silahkan saja kalau mau dibawa ke ranah hukum ,” kata Hartono SH, yang disampaikan pada 19 Agustus seusai mengikuti persidangan di PTUN.

Tidak ketemu warga penggugat

Hartono mengakui memang tidak pernah bertemu langsung dengan dua warga tersebut. Data yang ada dipasok dari ketua RT mereka. Karena sudah ada datanya, ia berani maju menjadi kuasa hukum, kata Hartono.

Menurut pria yang sudah 27 tahun berpraktik sebagai pengacara itu, dirinya memang tidak sempat mengecek satu per satu. Baru tahu ada data dua orang yang bermasalah saat di persidangan.

Hartono sendiri sudah menghubungi ketua RT. Informasi dari ketua RT, dua orang itu sempat mendukung gugatan, tapi dicabut setelah shalat Id.

Dalam materi gugatannya di PTUN, Hartono mengklaim didukung 292 warga atau 96 % warga TVM. Menurut data di kelurahan, kompleks TVM yang seluas 29 ha didiami 527 KK (data berdasar pembayaran iuran) atau sekitar lk 2000 warga.

“Silahkan saja kalau mau dibawa ke ranah pidana. Saya siap dilaporkan. Saya tunggu. Saya nggak punya salah. Kalau orang hukum nggak pernah takut. Orang saya kerja berdasar koridor. Kecuali saya membujuk. Dari 292 warga, yang bermasalah dua orang, itupun harus dibuktikan. Naif kalau dari 292 orang saya manipulasi 2 orang,” tukas Hartono.

“Kalau dia bilang cuma dikasih formulir untuk memilih blok C1 atau blok D2 saya nggak tahu. Karena saya tahunya dari pengurus RT yang datang ke saya,” tambah Hartono lagi.

Ketua RT 005/RW 010 Hendro Hananto yang juga turut hadir di PTUN ketika ditanya, ia menunjuk Hartono sebagai kuasa hukumnya untuk berbicara mewakilinya.

Ketua RT 002/RW 010, H Ending Ridwan berharap permasalahan di TVM segera selesai. “Kasihan warga yang tidak tahu menahu, dan itu mayoritas jumlahnya,” kata cucu pendiri Pesantren Cipasung yang sudah 23 tahun tinggal di TVM.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun, H Marah Sakti Siregar mengatakan berharap demikian. Biarlah proses sesuai prinsip hukim.

“Tangan mencencang bahu memikul. Hanya yang berbuat kena hukum. Betul, tidak banyak. Kayaknya cuma sekitar 3 orang yang ada jejak digitalnya jadi otak dan penggerak dugaan manipulasi itu,” tuturnya.

Yang lain ada yang sudah kami catat melakukan aksi memprovokasi warga dan yang mengucapkan ujaran kebencian. Kita tunggu dan kawal saja proses hukum itu. Ini saatnya menagih ke-Indonesiaan mereka,” kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun, H Marah Sakti Siregar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Perkembangan Virus Corona