Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlinePemprov DKI Maksimalkan Pompa AIR untuk Antisipasi Banjir

Pemprov DKI Maksimalkan Pompa AIR untuk Antisipasi Banjir

Satusuaraexpress.co – BMKG menetapkan wilayah DKI Jakarta hingga Jawa Barat siaga banjir. Pemprov DKI akan memaksimalkan sumber daya ataupun peralatan yang ada.

“Kita pastikan sumber daya yang kami miliki, sumber daya masyarakat, alat semua akan kita fungsikan semaksimal mungkin, kita belajar dari tahun ke tahun sebelumnya tentang antisipasi pencegahan, penanganan, dan pengendalian banjir,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Sejumlah program antisipasi banjir, kata Riza telah dilaksanakan sebelum adanya potensi cuaca ekstrem. Di antaranya pengerukan lumpur, penyiapan pompa serta pembuatan polder.

“Termasuk sumber resapan kita bikin banyak sekali di Jakarta ini,” sebutnya.

Kendati demikian, Riza mengimbau kesadaran masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. Tujuannya agar saluran air tak tersumbat oleh tumpukan sampah.

“Perlu ada kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah, tidak tinggal di bantaran sungai, disiplin, dan membantu kita memastikan melakukan pencegahan yang signifikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, BMKG menetapkan wilayah DKI Jakarta hingga Jawa Barat siaga banjir. Penetapan level siaga ini akan berlaku pada 13-15 September 2021.

BMKG menetapkan level siaga banjir itu menyusul adanya prediksi cuaca ekstrem yang akan terjadi di provinsi tersebut. Ada 4 provinsi yang ditetapkan siaga banjir, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, potensi dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan atau tanah longsor dari cuaca ekstrem hingga 3 (tiga) hari ke depan, yakni tanggal 15 September 2021, untuk level siaga,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangannya, Selasa (14/9/2021).

Guswanto memaparkan cuaca ekstrem tersebut terjadi akibat mulai aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer yang melewati wilayah Indonesia. Dia menyebut fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin akan terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

“MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya,” ucapnya. (*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular