Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHeadlineKlaster Sekolah Covid : PTM, Sebaran Wilayah Hingga Tanggapan Nadiem

Klaster Sekolah Covid : PTM, Sebaran Wilayah Hingga Tanggapan Nadiem

Satusuaraexpress.co – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat 1.303 sekolah menjadi klaster COVID-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Data Kemendikbudristek tersebut dihimpun dari survei yang dipublikasi di situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/home/survey-ptm-dashboard-spasial ,Kamis (23/9/2021).

Dirjen PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Jumeri mengatakan, Kemendikbudrsitek bersama Kementerian Kesehatan masih mengupayakan aktivitas PTM terbatas yang aman.

“Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM Terbatas, mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan,” kata Jumeri dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Sebaran Klaster Sekolah COVID

Sebaran klaster COVID-19 PTM per Kamis (23/9/2021) yaitu sebagai berikut.

Provinsi Jawa Barat: 150 klaster
Provinsi Jawa Tengah: 131 klaster
Provinsi Nusa Tenggara Timur: 104 klaster
Provinsi Sumatera Utara: 52 klaster
Provinsi Sumatera Barat: 51 klaster
Provinsi Kalimantan Barat: 50 klaster
Provinsi Kalimantan Tengah: 49 klaster
Provinsi Banten: 44 klaster
Provinsi Lampung: 43 klaster
Provinsi D.I. Yogyakarta: 41 klaster
Provinsi Sulawesi Selatan: 33 klaster
Provinsi Sumatera Selatan: 32 klaster
Provinsi Nusa Tenggara Barat: 32 klaster
Provinsi Papua: 31 klaster
Provinsi Aceh: 30 klaster
Provinsi Jambi: 30 klaster
Provinsi Kalimantan Selatan: 29 klaster
Provinsi Riau: 29 klaster
Provinsi D.K.I. Jakarta: 25 klaster
Provinsi Kalimantan Timur: 19 klaster
Provinsi Sulawesi Tengah: 18 klaster
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: 16 klaster
Provinsi Gorontalo: 15 klaster
Provinsi Bengkulu: 15 klaster
Provinsi Kepulauan Riau: 13 klaster
Provinsi Kalimantan Utara: 9 klaster
Provinsi Papua Barat: 9 klaster
Provinsi Bali: 9 klaster
Provinsi Maluku: 8 klaster
Provinsi Sulawesi Utara: 8 klaster
Provinsi Maluku Utara: 6 klaster
Provinsi Sulawesi Tenggara: 5 klaster
Provinsi Sulawesi Barat: 2 klaster
Daftar Klaster Sekolah COVID Per Jenjang Pendidikan

Rincian klaster sekolah COVID-19 per jenjang pendidikan yakni sebagai berikut.

PAUD

Persentese klaster: 1,91 persen atau 251 PAUD

Jumlah guru PAUD terkonfirmasi COVID-19: 956 guru

Jumlah siswa PAUD terkonfirmasi COVID-19: 2.006 peserta didik

SD

Persentase : 2,77 persen atau 538 klaster SD
Guru: 3.166 guru
Siswa SD: 6.928 siswa

SMP

Persentase: 3,42 persen atau 244 klaster SMP
Guru: 1.482 guru
Siswa: 2.201 siswa

SMA

Persentase: 4,55 persen atau 109 SMA
Guru: 797 guru
Siswa: 1.934 siswa

SMK

Persentase: 3,07 persen atau 71 klaster
Guru: 605 guru
Siswa: 1.590 siswa

SLB

Persentase: 3,27 persen atau 13 klaster
Guru: 135 guru
Siswa: 112 siswa
Wilayah Klaster Sekolah COVID

Klaster sekolah COVID di masa uji coba PTM terbatas paling banyak terjadi di Jawa Timur. Lima wilayah dengan klaster sekolah COVID terbesar yaitu sebagai berikut.

Jawa Timur

Klaster: 165 sekolah dari total 7.828 responden sekolah yang menggelar PTM
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) positif COVID-19: 917 orang
Peserta didik (PD) positif COVID-19: 2.507 anak

Jawa Barat

Klaster: 149* sekolah (data sebelum naik 150 klaster) dari 6.617 responden
PTK positif: 1.152 orang
PD positif: 2.478 anak

Jawa Tengah

Klaster: 131 sekolah dari 4.845 responden
PTK positif: 731 orang
PD positif: 473 anak

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Klaster: 104 sekolah dari 1.711 responden
PTK positif: 284 orang
PD positif: 1.037 anak

Sumatra Utara

Klaster: 52 sekolah dari 2.138 responden
PTK positif: 553 orang
PD positif: 937 anak

Sementara itu, data per 22 September 2021 dari aplikasi Survey Sekolah di laman Kemendikbud tersebut menunjukkan sebanyak 25 klaster sekolah terdapat Jakarta dari total 900 responden sekolah. Sebanyak 227 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dan 241 peserta didik (PD) positif COVID-19.

Tanggapan Nadiem

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, sekolah tatap muka tidak akan diberhentikan. Ia menambahkan, sekolah yang menjadi klaster COVID-19 saja yang ditutup hingga kembali aman untuk PTM terbatas.

“Tidak, tidak (dihentikan). PTM terbatas masih dilanjutkan, prokes harus dikuatkan dan sekolah-sekolah di mana ada situasi seperti itu harus ditutup segera sampai aman,” kata Nadiem di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

“Itu terus kita monitor, itu temuannya. Bukan berarti PTM-nya akan diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” kata Nadiem.

Meski sekolah tatap muka atau PTM terbatas sudah digelar, jangan lupa menerapkan protokol kesehatan dan 3M agar tidak terhindari dari COVID-19.

(*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular

Recent Comments