Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineKabar Baik, 2 Pekan Tak ada Lagi Lonjakan di DKI | 1,9...

Kabar Baik, 2 Pekan Tak ada Lagi Lonjakan di DKI | 1,9 Juta Vaksin Pfizer Tiba di RI

Satusuaraexpress.co – Long weekend biasanya menjadi momok dalam penanganan corona. 2 minggu setelah long weekend, kasus corona di Jakarta biasanya ikut melonjak, sesuai masa inkubasi virus ini.

Namun, tidak dengan kali ini. Libur panjang yang terakhir ada, yakni pada HUT ke-76 RI. 17 Agustus jatuh pada Selasa. Biasanya, warga mengambil cuti pada Senin untuk mengambil libur panjang dari Sabtu, bahkan Jumat sudah berangkat.

Ternyata dua minggu setelah long weekend 17 Agustus, kasus corona di Jakarta tidak menunjukkan tanda-tanda lonjakan.

Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, per tanggal 16 Agustus-1 September 2021, kasus corona Jakarta tertinggi pada tanggal 18 Agustus yang mencapai 1.029 kasus per hari. Kemudian angkanya terus turun di bawah 1.000 kasus per hari, sampai kasus terendah terjadi pada tanggal 30 Agustus yang mencapai 341 kasus per harinya.

Angka penambahan kasus yang turun ini tidak menurunkan jumlah tes PCR. Jumlah tes PCR di Jakarta tetap 7-10 kali lipat dari standar WHO. Ini juga berakibat pada angka positivity rate dalam 2 minggu terakhir yang juga terus turun.

Per tanggal 16 Agustus-1 September 2021, angka positivity rate di Jakarta juga konsisten mengalami penurunan. Angka positivity rate tertinggi terjadi pada awal memasuki libur panjang yaitu 16 Agustus yang mencapai 8,1%.

Kemudian, angka tersebut terus turun hingga mencapai standar aman dari WHO pada tanggal 29 Agustus yang mencapai 5% dari 11.584 orang yang di tes PCR per harinya.
Angka positivity rate terus turun hingga data terakhir menunjukkan pada tanggal 1 September mencapai 4,5% dari 13.474 orang yang dites PCR per hari.

Sementara itu, penurunan kasus corona di Jakarta dalam 2 minggu terakhir juga dibarengi dengan keterisian rumah sakit (BOR) yang semakin menurun. Saat ini BOR isolasi di 140 RS rujukan mencapai 17%, sedangkan BOR ICU sudah 34%. Sebelumnya, pada tanggal 15 Agustus BOR isolasi di Jakarta mencapai 27% dan ICU 51%.

1,19 Juta Vaksin Corona Pfizer Tiba di Indonesia
Indonesia kembali menerima kedatangan vaksin COVID-19. Sebanyak 1.195.740 dosis vaksin Pfizer tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Ini merupakan kedatangan vaksin tahap ke-47 vaksin corona.

“Hari ini, kita menerima hampir 1,2 juta vaksin Pfizer dalam bentuk merek jadi. Kira-kira jumlah persisnya ada 1.195.740 dosis vaksin. Dengan kedatangan ini kita memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bulk atau bahan baku,” kata Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono.

Indonesia akan menerima lebih dari 50 juta dosis vaksin Pfizer yang akan datang secara bertahap. Dengan adanya kedatangan Pfizer yang kedua ini, maka total vaksin Pfizer yang telah diterima sebanyak hampir 2,7 juta dosis.

“Untuk Pfizer, kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta dengan kedatangan yang sudah diterima sekitar 1,5 juta dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta dosis,” jelasnya.

Selain itu, puluhan juta dosis yang diterima Indonesia per Agustus lalu juga telah membuat laju vaksinasi menjadi lebih cepat hingga bisa mencapai 10 juta suntikan dalam 10 hari.

“Selama Agustus kemarin sudah bertambah 43 juta dosis vaksin yang kita terima dan rata-rata kita distribusikan 8-15 juta vaksin ke daerah. Laju suntikan berhasil ditingkatkan jadi 10 juta per 10 hari sejak Agustus,” ungkapnya.

Dengan ini, Dante menyampaikan pemerintah tetap optimistis untuk dapat mencapai target 2,3 juta suntikan dosis per hari dalam waktu dekat.

500 Ribu AstraZeneca Hibah dari Australia Tiba di RI
Indonesia kembali kedatangan vaksin corona. Ini merupakan kedatangan ke-48 di Bandara Soekarno-Hatta sejak tahun 2020.

Alhamdulillah sore ini kita menerima kedatangan vaksin AstraZeneca sebanyak 500 ribu dosis dari pemerintah Australia,” kata Menlu RI Retno Marsudi.

Retno menjelaskan, kedatangan ini merupakan tahap pertama bantuan dari Australia. Rencananya mereka akan mengirim 2,5 juta dosis vaksin pada 2021 melalui mekanisme bilateral

“Pemerintah Australia juga telah berkomitmen mendukung pengadaan vaksin senilai 77,1 juta dolar Australia yang disalurkan melalui UNICEF,” tuturnya.
Menlu menambahkan, dukungan ini tak lepas dari komunikasi intens antara dirinya dengan Menlu Australia Marise Payne. (*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular

Recent Comments