Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHeadlineBantah Kemendikbud, DKI Klaim Hanya 1 Klaster Covid di Sekolah

Bantah Kemendikbud, DKI Klaim Hanya 1 Klaster Covid di Sekolah

Satusuaraexpress.co – Website Kemendikbud menunjukkan data 25 klaster Covid-19 pada sekolah atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jakarta. Jumlah itu didapat dari total 900 responden sekolah.

Selain itu, juga tercatat sebanyak 227 pendidik dan tenaga kependidikan dilaporkan terinfeksi Covid-19 Sementara untuk peserta didik yang terinfeksi berjumlah 241 orang.

Saat dikonfirmasi, Dinas Pendidikan Jakarta (Disdik) mengaku tidak pernah mengeluarkan data itu. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Disdik hingga 22 September lalu, hanya ada satu klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan klaster itu ada di SD Klender 03. Awalnya ditemukan satu siswa yang tertular. Setelah dilakukan tracing, didapatkan satu siswa lagi positif, sehingga total 2 siswa positif.

“Kalau klaster itu hanya 1 yang di SDN Klender itu, itu pun sudah ditracing tak ada lagi (penularan) yang lain,” kata Taga dikutip dari cnnindonesia, Kamis (23/9).

Taga lebih lanjut menjelaskan selain SDN 03 Klender, kasus positif ditemukan di 5 sekolah lainnya, dengan masing-masing satu kasus.

Kasus itu yakni, satu guru positif di SMK 66. Menurut Taga, penularan terjadi di rumah, bukan sekolah.

“Lalu SDN Pondok Rangon 02, satu siswa juga dari rumah, kemudian SMP PGRI 20, satu orang guru positif. Kemudian SMA 25, satu orang guru positif, dan SMA 20 satu siswa positif,” kata Taga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyurati Kemendikbud untuk meminta kejelasan soal 25 klaster PTM.

“Itu kami sudah menyurati Kemendikbud minta data persisnya. Sejauh ini kita belum dapat data dari Kemendikbud makanya Dinkes sudah bersurat minta data terkait kemungkinan adanya klaster,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/9) malam

Sebelumnya, DPRD DKI mengungkapkan ada 7 sekolah di Jakarta yang ditutup sementara. 6 sekolah ditutup karena kasus positif Covid-19 dan satu lagi melanggar protokol kesehatan (prokes). (*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular