Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlinePersiapan Penetapan Hari Tenun Nasional (HTN) pada 7 September 2021

Persiapan Penetapan Hari Tenun Nasional (HTN) pada 7 September 2021

Editor: Ghugus Santri

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Sehubungan akan ditetapkan Hari Tenun Nasional (HTN) pada 7 September 2021, Perkumpulan Pecinta Pariwisata Indonesia (P3I) mengadakan diskusi secara daring pada Rabu, 1 September 2021 Pukul 16.00 – 18.00 WIB.

Dalam diskusi tersebut, P31 mengangkat tema “Cintailah Tenun Tradisional Indonesia”. Dipimpin oleh Jeffry Yunus bekerjasama dengan Ibu Prof Dr. Anna Mariana SH, LLM Juga Pembina P3I.

Anna Mariana merupakan sosok wanita Indonesia yang merupakan pelopor Hari Tenun Indonesia. Selain itu, ia juga pendiri Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia (KTTI) bersama Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara juga Asosiasi Pengrajin Tenun Indonesia yang mendedikasikan dan berjuang untuk menaungi para pengrajin di 34 provinsi di Indonesia.

images 42

Ketua Umum, Jeffry Yunus SE MM mengatakan mendukung program Pemerintah dalam mengurangi pengangguran melalui peningakatan produksi industri ekonomi kreatif dan pemberdayaan, pembinaan pengrajin tenun tradisional Indonesia.

“Usaha untuk melahirkan peringatan Hari Tenun Nasional, terus dilakukan sejak 24
Februari 2019, dengan mendeklarasikan bahwa Hari Tenun Nasional ditetapkan pada tanggal 7 September berkaitan dengan sejarah diresmikannya Sekolah Tenun pertama di Indonesia, pada tanggal 7 September tahun 1929 oleh dr.Soetomo di Surabaya.” katanya, seperti dikutip Satusuaraexpress.co dalam keterangan resmi, Kamis (2/9/2021).

Penetapan Hari Tenun Nasional,
yang disepakati pada tanggal 7 September,
menjadikan momentum untuk menggerakkan kegiatan tenun tradisional dan industri tenun serta melestarikan, sekaligus mengembangkan tenun tradisional di seluruh Indonesia.

Harapan kami jika Hari Tenun Nasional sudah diresmikan Pemerintah, maka
kedepannya dapat diikuti dengan gerakan, wajib menggunakan busana tenun di hari
kerja, mulai dari instansi pemerintah maupun swasta, seluruh sekolah negeri maupun swasta.

Tenun layak diperlakukan seperti kita mengenakan dan memposisikan Batik Kita
perlu terus mendukung perkembangan pembinaan pengrajin tenun Indonesia agar
berkembang lebih lebih banyak sekaligus dapat meningkatkan produksi.

images 43

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangai Keputusan Presiden (Kepres) tentang ditentukannya Hari Tenun Nasional (HTN) yang akan diperingati pada 7 September.

“Pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2021 Jokowi menyetujui HTN melalui Keputusan Presiden RI. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena usulan HTN disetujui. Perjuangan Sang Pelopor Budaya Wastra Tradisional Tenun songket Indonesia akhirnya membuahkan hasil yang baik.” tuturnya.

Hal ini menjadi hadiah untuk para masyarakat pengrajin tenun songket indonesia. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya dengan karya tenun tradisional dengan keaneka ragam motif. Hak paten pun harus segera di deklarasikan.

“Jika tidak segera dilindungi dan dideklarasikan sebagai milik bangsa Indonesia, tidak mustahil akan ada bangsa lain yang mengakuinya.” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, kami dari Perkumpulan Pecinta Pariwisata Indonesia ( P3I ) dan Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia ( KTTI ) menggelar Diskusi Terbuka Bersama Mitra Pembicara :

1. Wamendes PDTT Bapak Budi Arie Setiadi, Msi
2. Tokoh Bapak Dr Ir Haryadi B Sukamdani MM
3. Tokoh Bapak Harry Darsono
4. Mitra Luar Negeri Amerika Bersatu (AB 1)
5. Mitra Luar Negeri Eropa Bersatu (PETJ)
6. Beserta Tokoh Mitra lainnya

Terkait persiapan penetapan Hari Tenun Nasional, dan mendorong Pemerintah untuk mendukung acara penetapan Hari Tenun Nasional demi menjaga dan melestarikan Tenun Indonesia.

Harapan kami agar acara diskusi yang bertema “Cintailah Tenun Tradisional Indonesia” juga didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, Pemerhati Tenun dari dalam dan luar negri, pejuang Wastra Budaya Nusantara serta tidak ketinggalan pelajar serta mahasiswa.

“Diskusi ini digelar dalam rangka Merangkul Kebersamaan diantara para pemerhati budaya Wastra, untuk sama-sama menyambut dan berpartisipasi dalam proses lahirnya Hari Tenun Nasional yang didambakan oleh Seluruh Masyarakat Tenun Indonesia dari Sabang sampai Merauke.” kata Jeffry Yunus.

“Mengapa pentingnya Hari Tenun Nasional ini kita perjuangkan dan kita upayakan, tidak lain dan tidak bukan adalah karena wujud kepedulian kita dalam hal pelestarian budaya milik bangsa Indonesia” kata Anna Mariana.

Tenun dan songket hakikinya bukanhanya selembar kain, tetapi juga simbol budaya yang telah Merasuk dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakatnya.

Untuk itu, sudah selayaknya Pemerintah memberikan perhatian dan pengakuanakan keberadaanya, karena hal ini telah Diamanatkan dalam UUD1945 (Amandemen II) Pasal 18B ayat (2) dan Pasal28 C ayat (2), UUD 1945 Pasal 28 ayat (3), Pasal 32 ayat(1), Pasal 33,dan UU
Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan RI.

“Kita semua bersyukur bahwa Hari Batik Nasional sudah ditetapkan untuk diperingati setiap Tanggal 2 Oktober. Saat ini giliran wastra Tenun untuk kita perjuangkan bersama dan diperingati Secara Nasional.” pungkas Ketua Umum Jeffry Yunus SE MM.

Perkembangan Virus Corona


Most Popular