Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineBos Bank Central Afghanistan Kabur dari Taliban dengan Sebelah Sepatu

Bos Bank Central Afghanistan Kabur dari Taliban dengan Sebelah Sepatu

Satusuaraexpress.co – Taliban telah menguasai kota Kabul. Tidak ayal hal itu membuat masyarakat Afghanistan meninggalkan negaranya, tidak terkecuali para pejabat negara.

Salah satunya adalah Gubernur Bank Sentral Afghanistan Ajmal Ahmady. Dia melarikan diri sebelum Taliban berhasil menguasai Kabul.

Ahmady, yang juga seorang penasehat mantan presiden Ashraf Ghani, mengisahkan upayanya untuk melarikan diri dari cengkeraman Taliban.

” Pada akhirnya, satu-satunya alasan saya bisa keluar adalah kami berada di landasan (bandara internasional Kabul), dengan helikopter dan pesawat lainnya lalu lalang. Saat itu penerbangan Kam Air terisi penuh, tiga kali lipat dari kapasitasnya. Saya kemudian melihat pesawat militer sebuah negara ke tiga – bukan pesawat AS – dan semua orang berebut untuk naik ke pesawat itu,” tuturnya.

Ahmady mengaku didorong oleh rekan-rekan untuk segera naik pesawat tersebut oleh salah satu anggota konvoi militer yang mengawal.

“Akhirnya saya bisa naik pesawat tersebut tanpa membawa apa-apa, hanya baju yang melekat di badan dan sebelah sepatu di kaki. Begitulah saya bisa keluar dari Afghanistan,” cerita dia.

Ahmady kemudian menceritakan detik-detik saat dia harus melarikan diri dari Taliban, keluar dari Afghanistan. Ketika itu, meski tahu Taliban sudah semakin mendekati Kabul, tapi dia tetap ke kantor seperti biasanya pada Minggu pagi itu.

Bahkan, sehari sebelumnya, dia sempat bertemu dengan mantan presiden Ashraf Ghani untuk membicarakan masalah ekonomi jangka pendek Afghanistan. Ashraf Ghani sempat mengatakan situasi telah ‘memburuk dengan sangat cepat’. Namun ada secercah harapan karena Taliban masih beberapa hari lagi masuk Kabul.

Ternyata yang diucapkan Ashraf Ghani itu tidak sesuai harapan. Milisi Taliban masuk ke kota Kabul lebih cepat dari yang diduga. ” Karena berita yang saya terima makin memburuk, saya tinggalkan kantor sekitar tengah hari dan pergi ke bandara. Di sana saya memesan tiket untuk malam itu yang kemudian dibatalkan,” katan Ahmady, kepada Sky News.

Awalnya semua terlihat tenang sampai muncul berita yang mengabarkan Ashraf Ghani mengundurkan diri dan telah meninggalkan negara itu. Pada saat itulah, semunya menjadi kacau balau.

Masyarakat berlari ke landasan, mencoba naik ke berbagai pesawat yang akan berangkat. “Untungnya saya berada di salah satu pesawat tersebut,” ucap Ahmady.

Namun, Ahmady tidak menceritakan ke mana pesawat yang membawanya keluar Afghanistan itu pergi. Tapi ia kecewa dengan mantan presiden Ashraf Ghani. Menurutnya, Ashraf Ghani kurang rencana darurat ketika Taliban mendekati kota Kabul.

Ahmady, yang lahir di Afghanistan tetapi dididik di AS, mengatakan dia tidak mungkin kembali ke tanah airnya dalam kapasitas resmi.

” Saya senang berkontribusi semampu saya, tetapi saya telah menghabiskan tujuh tahun di sana dengan kemampuan terbaik saya untuk mencoba membuat perbedaan. Tujuh tahun di pemerintahan mana pun adalah waktu yang lama dan, mengingat situasinya, saya mungkin akan memberikan dukungan dari kejauhan,” tandas dia.

Perkembangan Virus Corona


Most Popular