Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaHeadlineAkhir Hayat TV Analog, Merdeka TV Digital

Akhir Hayat TV Analog, Merdeka TV Digital

Satusuaraexpress.co – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunda tahap pertama analog switch off (ASO) atau suntik mati siaran TV analog menjadi TV digital pada April 2022.
Sejatinya, tahap pertama suntik mati TV analog dilakukan pada 17 Agustus tahun ini. Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang menjadi salah satu sebab suntik mati TV analog di Indonesia terpaksa ditunda.

“Tahap pertama penghentian siaran TV analog diundur. Dimulai 31 April 2022,” ujar Johnny saat konferensi pers Pelantikan Dirjen IKP, yang disiarkan lewat akun Youtube, Selasa (10/8).

Selain itu, kebijakan suntik mati TV analog akan dilakukan dalam 5 tahap, juga akan diubah menjadi 3 tahapan saja. Tahap selanjutnya setelah 30 April 2022, yakni akhir Agustus 2022 dan awal November 2022.

Persoalan migrasi TV analog ke digital di Indonesia memiliki sejarah panjang. Menurut Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli menyebut Indonesia termasuk negara yang pertama berinisiatif untuk beralih ke TV Digital di ASEAN, tapi menjadi salah satu negara terakhir yang melakukan implementasi. Saat ini, di kawasan ASEAN, tinggal Indonesia, Timor Leste, dan Myanmar yang belum mengimplementasikan TV digital.

Insiatif untuk mematikan TV analog sudah dimulai sejak 2007. Uji coba migrasi dari TV analog ke TV digital di kawasan Jabodetabek lantas dilakukan pada 2008. Pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan Grand Launching uji coba siaran TV digital pada tanggal 20 Mei 2009 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Menkominfo Muhammad Nuh pun mengeluarkan Peta Jalan Infrastruktur TV Digital pada 2009 untuk migrasi dari sistem penyiaran televisi analog ke digital. Peta jalan ini dimulai sejak awal tahun 2009 sampai dengan akhir tahun 2018.

Lebih lanjut, pada 2010 Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring meresmikan uji coba lapangan penyiaran TV digital untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, seperti dilansir dari laman Kominfo.

Pada 2012, Kominfo menetapkan penyiaran TV digital menggunakan standar baru DVB-T2 (generasi kedua). Aturan baru ini mengubah standar TV digital yang sebelumnya diatur pada 2007 menggunakan teknologi DVB-T (generasi pertama).

Meski sudah berapi-api menggelar peta jalan sejak 2008, namun praktik di lapangan tak semudah itu. Rencana pemerintah ini mendapat banyak jegalan. Pertama akibat ketiadaan payung hukum dan tentangan dari kalangan industri.

Kominfo menyampaikan lambannya migrasi TV analog ke digital akibat kurang dukungan untuk suntik mati TV analog di kalangan para pemegang kepentingan.

“Permasalahan yang sebenarnya adalah stakeholders tidak sama-sama mendukung,” kata Direktur Penyiaran, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI), Geryantika Kurnia saat membuka Panel Diskusi “Migrasi Digital” dalam Perhelatan Indonesia Broadcasting Expo 2016, Balai Kartini, Jakarta, Minggu (23/10/2016) seperti dikutip dari situs Kominfo (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Perkembangan Virus Corona


Most Popular