Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaOpini & CeritaTatacara Pengurusan Perceraian Berdasarkan Hukum Negara

Tatacara Pengurusan Perceraian Berdasarkan Hukum Negara

Penulis: Riski Syah Putra Nasution, S.H

Tujuan perkawinan adalah untuk mendapatkan rumah tangga yang bahagia. Apabila dalam perkawinan suami istri atau salah satu pihak tidak merasa bahagia maka sering sekali diakhiri dengan Perceraian.

Dalam perceraian ini masih banyak masyarakat melakukannya tidak berdasarkan hukum yaitu dengan cerai di bawah tangan dan dengan mengucapkan talak cerai kepada istri secara lisan.

Selain itu ada banyak juga yang belum memahami cara mengurus perceraian secara benar. Tulisan ini akan menguraikan hal-hal atau persyaratan yang harus dipersiapkan untuk mengurus perceraian di pengadilan.

Adapun Dokumen- dokumen yang diperlukan adalah :

1 KTP asli
2. KK asli
3. Buku nikah asli bagi yg Islam dan Akte Sipil bagi non-Islam

Jika disatukan dengan hak asuh anak, maka turut harus disertakan akta lahir asli.

Dokumen tersebut di fotokopi dan dilegalisir di Kantor Pos bermaterai Rp 10.000 Rupiah.

Selanjutnya dipersiapkan lagi, surat gugatan cerai dan KTP atau identitas 2 orang saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.

Setelah itu apabila seluruh dokumen telah lengkap, Anda menghadap ke Petugas Pendaftaran di pengadilan agama atau pengadilan negeri. Selanjutnya petugas akan mengarahkan Anda untuk membayar panjar biaya perkara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu apabila anda menggunakan jasa Advokat atau pengacara, maka dapat mendaftarkannya melalui e-Court secara online ke pengadilan yang di tuju.

Setelah membayar panjar biaya perkara, Anda akan memperoleh nomor perkara. Setelah itu, tahap berikutnya adalah Anda (Penggugat) dan suami Anda (Tergugat) akan dipanggil untuk menghadap ke persidangan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Majelis Hakim.

Sebagai tambahan hal-hal di bawah ini perlu Anda perhatikan:

1. Perceraian diajukan di pengadilan yang wilayahnya bagi yang beragama Islam permohonan talak oleh suami dan gugatan cerai oleh istri harus di domisi istri berada saat ini, sedangkan non-Islam berdasarkan domisil KTP penggugat.

2. Jika tempat tinggal Anda saat ini berbeda dengan alamat di KTP, Anda harus membawa surat keterangan domisili dari Desa atau Kelurahan di mana Anda bertempat tinggal saat ini.

3. Jika Buku Nikah Anda hilang atau rusak, terlebih dahulu Anda harus mendapatkan Duplikat Buku Nikah dari KUA yang menikahkan Anda.

4. Jika Anda benar-benar tidak mengetahui alamat suami atau istri saat ini, Anda harus membawa surat keterangan ghaib dari Desa atau Kelurahan di mana suami terakhir bertempat tinggal.

5. Jika Anda tidak punya uang untuk membayar panjar biaya perkara, Anda dapat mengajukan permohonan berperkara secara cuma-cuma dengan membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari Desa/Kelurahan temui Posbakum di tiap-tiap pengadilan yang disediakan oleh Negara.

Perkembangan Virus Corona


Most Popular