Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaJabodetabekBantenPerempuan Penjaga Pantai Anyer Mengaku Selama PPKM Hidupnya Sengsara

Perempuan Penjaga Pantai Anyer Mengaku Selama PPKM Hidupnya Sengsara

Banten, Satusuaraexpress.co – Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali mulai diterapkan pada 3-20 Juli 2021, sejumlah wisata pun ditutup sementara.

Seperti wisata di Pantai Anyer, yang berada di Banten, Jawa Barat. Pantai ini ditutup sejak PPKM darurat dilaksanakan.

Seorang penjaga pantai PAL Anyer bernama Lilis mengaku sejak PPKM darurat diterapkan, dia mengaku tidak ada pemasukan untuk makan.

“Saya merasakan sengsara, Pak. Engga ada pendapatan karena tengga ada yang masuk ke Pantai. Saya kalo makan ngutang dulu dari warung,” tuturnya kepada Satusuaraexpress.co Minggu (18/7/2021).

Perempuan paruh baya ini mempunyai 3 orang anak, 2 diantaranya bersekolah di tingkat SMA dan SMP. Meskipun setiap bulan ia mendapatkan bantuan dari pemerintah Desa Anyer sebesar 300 ribu Rupiah, namun hal itu tidak mencukupi kebutuhannya.

Lilis pun berharap penderitaan ini cepat berakhir. Sehingga dirinya bisa kembali bekerja seperti biasanya.

“Semoga Indonesia cepet pulih kembali, biar kita kerja juga enak. Cari makan sama buat anak-anak sekolah juga enak. Selama ini sekolah harus make pulsa. Sedangkan pendapatannya ngga ada.” tuturnya.

Diketahui, tempat wisata pantai Anyer ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat sepanjang 3-20 Juli 2021.

Personel gabungan sepanjang penerapan PPKM Darurat akan berpatroli dan memberikan himbauan kepada masyarakat dan pengelola wisata, agar mematuhi peraturan demi menekan penularan virus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali.

“Tempat wisata ditutup. Ada (patroli, penjagaan dan sosialisasi),” kata Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono, melalui pesan singkatnya, Minggu (04/07).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Perkembangan Virus Corona