Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaEkonomi & BisnisPemerintah Tetapkan Harga 11 Obat yang Paling Sering Dikonsumsi Saat Pandemi

Pemerintah Tetapkan Harga 11 Obat yang Paling Sering Dikonsumsi Saat Pandemi

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Pemerintah mengungkapkan 11 obat yang paling sering dikonsumsi saat pandemi Covid-19. Harga ke-11 obat itu juga telah diatur oleh pemerintah.

Ketetapan itu ditandai dengan Surat Keputusan tentang harga eceran tertinggi obat dalam masa pandemi Covid-19 Nomor HK.01/07/MENKES/4826/2021 yang ditandatangani Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

” Kesebelas obat inilah yang sering digunakan selama pandemi. Kita sudah atur harga eceran tertingginya. Kami harap dipatuhi,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat dalam Penanganan Covid-19, Sabtu (03/07).

Adapaun kesebelas obat tersebut dan haganya, antara lain :

1. Tablet Fapifilavir (dengan nama jual avigan) Rp 22.500
2. Injeksi/vial remdesivir 100 mg Rp 510.000
3. Kapsul oseltamivir 75 mg Rp 26.000
4. Intervenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml infus (vial) Rp3.262.300
5. Intervenous Immunoglobulin 10 persen 25ml infus (vial) Rp3.965.000
6. Intervenous Immunoglobulin 10 persen 50ml infus (vial) Rp6.174.900
7. Ivermectin 12mg tablet Rp7.500
8. Tocilizumab 400mg/20 ml infus (vial) Rp5.710.600
9. Tocilizumab 80 mg/4mg infus (vial) Rp1.162.200
10. Azithromycin 500mg tablet Rp1.700
11. Azithromycin 500mg infus Rp95.400

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen. Pol. Agus Andrianto mengaku akan terus mengawasi toko obat atau apotik yang menjual obat-obat yang harganya sudah ditentukan itu.

” Apabila terjadi seperti yang diperkirakan, ada yang menjual (obat) dengan harga lebih mahal,atau sengaja menimbun dan menggangu keselamatan masyarakat akan dilakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Dalam hal ini, disampaikan Agus, pihak Kejaksaan akan terus mendukung Polri dalam PPKM darurat yang digelar muali 3 Juli hingga 20 Juli 2021. ” Juga pihak kejaksaan sudah menyatakan mendukung Polri dalam PPKM darurat,” ucap dia. (*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular