Parah! Mensos Temukan Bansos Warga Miskin Diembat Gocap di Kota Tangerang

60 paket bansos sembako di cakung dikembalikan

Reporter : Iqbal Tawaqal

Kota Tangerang,Satusuaraexpress.co  – Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan tindak pidana pungutan liar (pungli) yang dilakukan pendamping program bantuan dari Kementerian Sosial, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Pungli itu sendiri dengan modus memberi potongan senilai Rp50 ribu dari bantuan senilai Rp600 ribu per keluarga.

Hal tersebut didapati Risma dari laporan warga saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) di dua wilayah Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021).

Dalam video yang diterima, awalnya keluarga yang melapor itu sempat ketakutan untuk bercerita karena takut tidak akan mendapatkan program bantuan lagi.

“Saya jujur, saya menteri nanya itu (pungli). Berani enggak (cerita)?,” kata Risma di Karang Tengah.

“Nanti saya enggak dapat lagi,” kata warga dalam video.

“Ohh besok dapat, tapi ibu saya jamin bisa dapat lagi. Ibu kalau dapat dipotong dia? Berapa?,” kata Risma.

“Gocap (Rp50 ribu),” kata warga.

“banyak sekali 50 ribu,” sambung Risma.

Risma mengakui bila di lingkungan Kementeriannya banyak yang korupsi. Maka itu, dirinya meminta kepada warga untuk menceritakan hal buruk di dalam penerimaan bansos.

“(Ibu) enggak kasihan sama saya,  saya susah-susah, tapi dikiranya saya dikira yang  bermain. Saya enggak mungut apapun,” katanya.

Risma meminta kepada pihak kepolisian dan dinas terkait untuk mendampingi pihak keluarga yang merasa dirugikan perihal penerimaan bansos.

Risma juga meminta kepada warga untuk memberitahukan siapa nama yang melakukan pemotongan tersebut

“Ini ada pak kapolsek, bareskrim, dampingi pak RT. Nanti dampingi. Pendamping itu Siapa namannya? ‘Maryati,” katanya. (mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *