Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineDokter Logis Owien Menyesal Terkait Pernyataannya Tentang COVID-19 Tidak Ada

Dokter Logis Owien Menyesal Terkait Pernyataannya Tentang COVID-19 Tidak Ada

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Sempat gembar gembor, Dokter Lois Owien ungkap menyesal dengan pernyataannya soal COVID-19 tak ada. Dia mengaku, semua ucapannya hanyalah sekedar opini pribadi belaka tanpa adanya riset apapun.

Pernyataan dokter Lois Owien diungkap Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi. Kepada kepolisian, pelaku menyesal dan mengakui pernyataanya itu tak memiliki landasan hukum yang kuat.

“Segala opini terduga yang terkait COVID, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset.” ungkapnya.

Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena COVID-19 disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien.

“Opini terduga terkait tidak percaya COVID, sama sekali tidak memiliki landasan hukum,” kata Slamet dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Ia menuturkan Dokter Lois juga menyesal soal ucapannya terkait alat tes swab PCR dan swab antigen bukan merupakan alat pendeteksi COVID-19.

“Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi COVID yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset,” jelasnya.

Slamet menuturkan Dokter Lois mengakui opini yang dipublikasikan di media sosial (medsos) membutuhkan penjelasan medis.

Namun, hal itu justru bias karena di media sosial hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dokter Lois ditangkap pada Minggu (11/7/2021) sore kemarin sekira pukul 16.00 WIB.

Dia ditangkap usai pernyataan soal korban meninggal dunia karena COVID-19 hanya karena interaksi obat.

Adapun pernyataan dr Lois yang dipersoalkan berbunyi: “Korban yang selama ini meninggal karena COVID-19 bukan karena COVID-19, melainkan karena adanya interaksi antarobat dan pemberian obat dalam tata cara,”.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Polri sempat memutuskan menetapkan Lois sebagai tersangka pada Senin (12/7/2021) malam.

Dia juga langsung sempat dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian keesokan harinya pada Selasa (13/7/2021), Polri berubah keputusan untuk tidak menjadi menahan tersangka.

Alasannya, tersangka berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. []

Perkembangan Virus Corona


Most Popular