Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineAda Aturan STRP, Stasiun KRL di Jalur Rangkasbitung Sepi Penumpang

Ada Aturan STRP, Stasiun KRL di Jalur Rangkasbitung Sepi Penumpang

Kota Tangerang,Satusuaraexpress.co – Mulai Senin (12/7/2021) ini pengguna kereta rel listrik (KRL) di stasiun kereta di wilayah Jabodetabek dan Banten wajib membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat keterangan lainnya.

Aturan ini sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 50 tahun 2021 terkait perjalanan dengan moda kereta api.

Kebijakan PT KAI Commuter itu sangat berpengaruh terhadap jumlah penumpang di jalur Rangkasbitung-Tanah Abang. Hal tersebut disampaikan salah satu penumpang bernama Mayang yang gagal berangkat kerja hari ini di stasiun Maja, Kabupaten Lebak karena belum memiliki surat terkait.

“Hari ini sepi stasiun, soalnya disuruh nunjukin surat sama polisi dan tentara di stasiun, kalau engga ada engga boleh masuk,” kata Mayang, Senin (12/5/2021).

Penumpang lain bernama Firmansyah juga membenarkan bahwa gerbong-gerbong KRL di jalur Rangkasbitung-Serpong-Tanah Abang lebih sepi dibanding sebelum diterapkannya aturan penggunaan surat.

“Iyah sepi banget, saya turun di Palmerah juga ga kaya biasanya di hari Senin, parkiran motornya juga pada tutup,” kata Icug yang berprofesi sebagai teknisi IT di salah satu perusahaan di Jakarta.

Sementara itu, Vice Presiden Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menuturkan, pemeriksaan persyaratan kelengkapan dokumen untuk naik KRL dilakukan di semua stasiun.

Selain STRP, penumpang juga diperkenankan menggunakan Surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan instansi atau perusahaan yang termasuk sektor esensial dan kritikal.

“Calon pengguna tanpa persyaratan di atas tidak diperkenankan menggunakan KRL,” tegasnya.

Anne mengatakan, waktu operasional masih tetap sama. Mulai pukul 04.00 hingga pukul 21.00 WIB. Namun, hanya pekerja sektor Esensial dan Kritikal yang diperbolehkan menggunakan kereta. (mi)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular