Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineUpaya Terkini KPK Dalam Pencarian Harun Masiku

Upaya Terkini KPK Dalam Pencarian Harun Masiku

Satusuaraexpress.co – Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya terus berupaya mencari tersangka kasus suap pergantian antarwaktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Harun Masiku. Salah satunya dengan membuat surat pencarian.

“Terkait beberapa tersangka yang belum tertangkap, saya ingin katakan, tiga hari yang lalu kita juga sudah membuat surat kepada para pihak untuk mencari keberadaan yang bersangkutan (Harun Masiku),” kata Firli pada konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2021).

Harun Masiku adalah salah satu dari empat DPO yang belum tertangkap oleh KPK. Firli menyebut, jika alat bukti sudah cukup, KPK tentu akan terus melakukan pencarian terhadap tersangka.

“Seingat saya ada 10 DPO yang kita cari dan sudah beberapa tertangkap, yang belum tertangkap salah satunya adalah Harun Masiku. Terkait dengan setiap orang sebagai tersangka yang sudah ditangkap KPK, berarti cukup bukti,” ujar Firli.

“Bahwa dengan berdasarkan bukti yang cukup, KPK tidak pernah berhenti untuk mencari tersangka, karena penyidikan adalah salah satu tindakan penyidik berdasar undang-undang untuk mencari mengumpulkan keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti guna mengungkapkan suatu perkara dan menemukan tersangka,” sambungnya.

Lebih lanjut Firli menegaskan, KPK tidak akan berhenti mencari keberadaan Harun Masiku. Dia juga menegaskan pencarian Harun Masiku bukan hanya tanggung jawab oleh satu orang, melainkan tanggung jawab bersama.

“Jadi tidak pernah berhenti dan saya harus kasih tahu bahwa bahwa penanganan perkara bukan tanggung jawab orang per orang, tapi tanggung jawab bersama. Pimpinan KPK pun begitu, tanggung jawab adalah tanggung jawab bersama, jadi tidak ada yang bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

Diketahui, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait urusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiemas. Bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Namun Harun diduga berupaya menyuap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan agar dapat menjadi PAW Nazarudin. KPK turut menduga ada keinginan dari DPP PDIP mengajukan Harun.

Ada empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Selain Harun dan Wahyu, ada nama Agustiani Tio Fridelina, yang diketahui sebagai mantan anggota Badan Pengawas Pemilu dan berperan menjadi orang kepercayaan Wahyu; serta Saeful, yang hanya disebut KPK sebagai swasta.

Harun Masiku kemudian menghilang. Dia diumumkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 20 Januari 2020.

“Sudah DPO,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jl Kuningan Persada, Senin (20/1/2020).

(*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular