Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaJabodetabekDKI JakartaSentilan Anies Ketika Aturan Road Bike Belum Final Tapi Sudah di Umumkan

Sentilan Anies Ketika Aturan Road Bike Belum Final Tapi Sudah di Umumkan

Satusuaraexpress.co – Aturan soal road biker boleh melintas di kawasan Sudirman-Thamrin masih digodok. Gubernur DKI Anies Baswedan menyentil pihak-pihak yang mengumumkan aturan meski belum final.
Road bike di Jakarta ramai jadi sorotan usai viral foto pemotor berpelat AA mengacungkan jari tengah ke road bikers yang melintas di jalur kanan kawasan Sudirman-Thamrin. Momen itu pun berlanjut hingga akhirnya road biker boleh melewati kawasan tersebut.

Sejumlah aturan khusus pesepeda road bike kini sedang digodok. Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menggelar rapat membahas operasionalisasi jalur khusus road bike. Rapat digelar via zoom meeting.

Hasil rapat, Wagub DKI Riza Patria mengatakan road bike boleh melintas di Jalan Sudirman-Thamrin di luar jalur sepeda permanen pada jam tertentu.

“Untuk road bike pada Senin-Jumat diperbolehkan pukul 05.00-06.30 WIB, untuk road bike Sudirman-Thamrin,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021).

Riza menegaskan, di luar pukul 05.00-06.30 WIB, road bike harus melintas di jalur sepeda permanen. Nantinya lintasan untuk road bike akan diatur.

“Ini nanti, jalur itu diatur, bukan berarti 100 persen dikuasai oleh road bike. Jadi bukan jalan itu 100 persen untuk road bike. Nanti kan diatur lintasannya,” sambungnya.

Riza memaparkan alasan road bike boleh melintasi Jalan Sudirman-Thamrin di hari Senin-Jumat. Riza menyebut setiap pengguna jalan harus diberi kesempatan dalam menikmati jalan tersebut.

Kemudian, pada saat hari Sabtu dan Minggu di jalur sepeda Sudirman-Thamrin nantinya akan disiapkan jalur tambahan khusus pesepeda non-road bike.

“Jadi yang biasa pesepeda biasa non-road bike itu disiapkan Sabtu-Minggu jalur tambahan,” ucap elite Gerindra tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menilai penerapan sanksi tilang bagi pesepeda itu bersifat mendesak. Aturan penilangan kepada pesepeda road bike tersebut sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 299 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Namun hingga kini teknis penindakan tersebut masih terus dikaji.

“Karena memang kendaraan sepeda ini tidak ada STNK, kemudian tidak ada SIM-nya. Artinya, masyarakat itu bertanya-tanya kalau memang ditindak apanya yang dijadikan barang bukti? Bagaimana proses hukumnya?” ujar Sambodo.

Namun, penegakan hukum dengan tilang adalah opsi terakhir. Sebelum melakukan penindakan represif, polisi akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan patroli dan sosialisasi fungsi jalur sepeda.

Balik ke Riza, dia memastikan jalur sepeda road bike di Jalam Sudirman-Thamrin akan diberi pembatas. Sehingga, jalur tidak bercampur dengan jalur protokol.

“Harus ada pembatasnya. Tidak bisa serta merta menguasai secara luas, secara umum tentu kita harus hormati pengguna jalan lainnya,” ujar Riza.

Saat ini Pemprov DKI tengah menggodok ketentuan yang mengatur lintasan road bike di Ibu Kota. Aturan tersebut nantinya akan berbentuk Keputusan Gubernur (Kepgub).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun bicara soal road bike. Dia menjawab anggapan DKI memfasilitasi jalur sepeda hanya untuk hobi. Terlebih, kini ada izin road biker bisa melintas di kawasan Sudirman-Thamrin di jam tertentu.

“Kita terus konsisten memfasilitasinya adalah untuk transportasi. Kemudian kegiatan hobi lainnya dibatasi jamnya di saat jam sedang sepi tapi prioritas kita adalah sepeda sebagai alat transportasi bukan sekedar alat sport,” kata Anies

Anies mengimbau warga agar memahami bahwa jalan bukan hanya milik satu jenis moda transportasi. Eks Mendikbud itu mengatakan keselamatan warga adalah yang utama.

Anies kemudian menyentil pihak yang mengumumkan aturan soal road bike padahal sebelum final. Dia mengatakan pengumuman aturan yang belum final bisa memberatkan petugas di lapangan.

“Saya selalu garis bawahi jangan menjadi pengelola negara, pengelola pemerintah nih mengumumkan sebelum membuat aturan. Nanti kasihan petugas di lapangan. Jadi kita kalau mau bikin aturan siapkan dulu dokumennya, siapkan dulu aturannya baru diumumkan kalau tidak nanti kerepotan di lapangan. Jadi kita siapkan peraturannya nanti diumumkan,” kata Anies.

Wagub Riza Respons Anies

Riza kembali pun menegaskan bukan dia yang pertama berbicara ke publik. Dia menjelaskan pengaturan dan penyediaan lintasan sepeda balap atau road bike ini sudah diumumkan sejak rapat pertama bersama jajaran Pemprov DKI, Polda Metro Jaya, dan komunitas pesepeda. Tepatnya, ketika menetapkan uji coba jalur road bike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada 23 Mei 2021.

“Tanggal 22 sudah ada konferensi pers, rapat, press rilis tanggal 22 Mei, uji coba tanggal 23, tanggal 30, kemarin 31 rapat lagi, tanggal 3 Juni ini rapat lagi. Sudah disampaikan hasil rapat ini sebelum saya, silakan cek di media sosial, ada beritanya, ada video, jadi bukan saya yang mengumumkan pertama, saya hanya menjawab apa-apa yang teman media tanyakan,” tegasnya.

Riza mengatakan bahwa rapat kembali diadakan pada 31 Mei 2021. Hasilnya, jajaran Pemprov DKI bersama instansi lainnya sepakat menjadikan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai lintasan permanen road bike setiap weekend.

Kemudian, hasil rapat menyatakan Pemprov DKI akan mengatur lintasan sepeda di Sudirman-Thamrin yang agar bisa mengakomodir pesepeda road bike dan non-road bike. Politikus Gerindra itu mengaku hanya menyampaikan hasil rapat yang ditembuskan kepadanya.

“Di antaranya hasil rapat, yang saya sampaikan adalah, ini, hasil rapat, lintasan jalan layang non-tol Kokas-Tanah Abang dijadikan lintasan permanen road bike setiap hari Sabtu-Minggu, pukul 05.00 hingga 08.00,” jelasnya.

“Jadi tidak ada yang salah di sini dan ini ditembuskan, hasilnya ditujukan kepada Pak Gubernur, ditujukan kepada Wagub, Sekda, Asperkeu, ketua TGUPP,” sambungnya.

Dishub Masih Kaji Aturan Road Bike

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kawasan Sudirman-Thamrin akan dilengkapi jalur sekaligus pembatas untuk road bike. Syafrin mengatakan teknis penempatan jalur maupun pembatas terus dibahas.

“Itu yang sedang kami kaji. Apakah jalur road bike ada di sebelah kiri, atau di sebelah kanan. Tapi kalau kita mengacu pada UU 22 tahun 2009 maka untuk lajur paling kanan diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan tinggi,” kata Syafrin.

Pemprov DKI menegaskan pihaknya tak membedakan pesepeda apa pun. Menurut Syafrin, penyediaan jalur khusus road bike harus mengutamakan aspek keselamatan.

“Kita ketahui dalam aktivitas para penggiat road bike ini apakah setiap hari Sabtu dan Minggu itu menggunakan jalur lalu lintas dengan lajur paling kanan. Sehingga dari aspek keselamatan ini terabaikan,” ujarnya.

Pernyataan Polda Metro soal Road Bike

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan para road biker ini bisa ditilang jika jalur khusus sepeda sudah resmi dioperasikan.

Sambodo mengatakan, road biker yang keluar dari jalur sepeda dapat ditilang dengan Pasal 229 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun penegakan hukum dengan tilang adalah opsi terakhir.

“Penegakan hukum dengan menggunakan tilang itu adalah the last option dari pada upaya-upaya yang dilakukan kepolisian dalam rangka pelaksanaan tugasnya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

(*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular