Minggu, Oktober 24, 2021
BerandaEkonomi & BisnisIni 5 Alasan Kamu Harus Berinvestasi Saham Mulai Sekarang

Ini 5 Alasan Kamu Harus Berinvestasi Saham Mulai Sekarang

Jakarta, Sarusuaraexpress.co – Investasi menjadi salah satu jalan agar bisa mendapatkan pundi-pundi uang di masa depan. Berbeda dengan tabungan hanya bersifat statis, sementara investasi dipilih karena dinamis. Jika seseorang menabung dalam jumlah tertentu jumlahnya akan tetap sama. Tetapi jika berinvestasi jumlahnya bisa bertambah ataupun berkurang. Karena itu lah investasi dilirik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Definisi itu tidak jauh berbeda dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan (investment),” jelas OJK mengartikan investasi.

Dewasa ini, banyak alternatif investasi, antara lain saham, sukuk, deposito, obligasi, menabung, asuransi, dan reksa dana. Bentuk contoh investasi lainnya yakni pembelian tanah, emas dan perhiasan, hingga menjalankan bisnis. Investasi sendiri bisa dilakukan oleh individu maupun badan usaha seperti perusahaan.

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang popular. Investor memilih saham lantaran dinilai mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada dasarnya, ada lima keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

1. Mendapatkan Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Bisa Melakukan Jual-Beli atau Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3 ribu kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

3. Jadi ‘Passive Income’ Saat Pensiun

Saat tua atau penssiun nanti, hasil investasi saham akan menjadi ‘passive income’. Pendapatan akan terus datang selama hasil investasi saham berkembang. Minimal untuk kebutuhan sehari-hari bsia terpenuhi. Maka dari itu, investasi saham sangat dianjurkan dilakukan diusia muda. Manfaatnya akan lebih terasa saat pensiun nanti.

4. Investasi Saham Mudah

“Tidak repot” kata itu lah yang tepat menggambarkan mudahnya berinvestasi saham. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membuka rekening di salah satu perusahaan sekuritas. Setelah itu, investor sudah bisa bertransaksi untuk menjual dan membeli saham melalui aplikasi yang disediakan.

5. Modal Kecil Sudah Bisa Berinvestasi

Ada anggapan investasi saham itu mahal. Bisa dipastikan anggapan itu keliru. Berdasarkan ketentuan Bursa Efek Indonesia, minimum pembelian saham sebanyak 100 lembar (sudah turun dari sebelumnya 500 lembar). Sehingga jika harga saham Rp 500 per saham, total investasi adalah Rp 50 ribu. Murah kan ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Perkembangan Virus Corona


Most Popular