Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineHari Ini (10/6) Ada Gerhana Matahari Cincin, Berikut Jam dan Link Streaming...

Hari Ini (10/6) Ada Gerhana Matahari Cincin, Berikut Jam dan Link Streaming Untuk Melihatnya

Satusuaraexpress.co – Hari ini, Kamis 10 Juni 2021 ada fenomena astronomi berupa gerhana matahari cincin (GMC). Simak jam dan link untuk melihat gerhana matahari cincin yang akan terjadi hari ini.

Gerhana matahari cincin terwujud dari posisi Matahari, Bulan, dan Bumi yang berada pada satu garis lurus. Keberadaan Bulan akan menutup atau memblok sebagian sinar Matahari ke Bumi.

Namun karena ukurannya yang jauh lebih kecil, maka tidak seluruh permukaan Bulan mampu menutup semua permukaan Matahari. Oleh karena itu, sebagian sinar Matahari, khususnya yang ada di sisi sekelilingnya akan tetap terlihat hingga menyerupai lingkaran bercahaya.

Link siaran langsung gerhana matahari cincin

Bagi yang ingin melihat proses terjadinya gerhana matahari cincin, salah satunya yakni melalui siaran langsung yang biasanya diadakan oleh badan atau lembaga terkait. Di Indonesia sendiri, lembaga yang kerap menayangkan siaran langsung proses gerhana adalah Lembaga Ilmu Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Hanya saja, untuk gerhana matahari cincin 10 Juni 2021, Lapan tidak menyelenggarakan siaran langsungnya. “Sayangnya dari kami tidak menayangkan streaming gerhana matahari cincin besok petang (waktu Indonesia),” kata Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan, Andi Pangerang dilansir Kompas.com, Rabu (9/6/2021).

Kendati demikian, bagi Anda yang masih berkeinginan menyaksikan proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021, dapat melihat prosesnya di laman Time and Date dengan mengklik link berikut ini atau atau laman Virtual Telescope dengan mengunjungi tautan yang satu ini.

Jam Gerhana Matahari Cincin (GMC) 10 Juni 2021

Andi menyebut, peristiwa itu sebenarnya dimulai pada pukul 09.00 UT, namun jika dikonversikan ke waktu Indonesia maka menjadi pukul 16.00 WIB. Lebih lanjut, Andi menjelaskan GMC ini akan dimulai dengan peristiwa gerhana sebagian, dilanjutkan dengan GMC, puncak gerhana, hingga kembali ke fase gerhana sebagian, dan berakhir.

“Wilayah yang pertama kali mengalami gerhana sebagian dimulai pada pukul 08:12:20 UT atau 15:12:20 WIB. Wilayah yang pertama kali mengalami GMC dimulai pada pukul 09:49:50 UT atau 16:49:50 WIB. Puncak gerhana secara global pada pukul 10:41:54 UT atau 17:41:54 WIB,” jelas dia.

“Wilayah terakhir yang masih mengalami GMC berakhir pada pukul 11:33:43 UT atau 18:33:43 WIB. Dan wilayah terakhir yang masih mengalami gerhana matahari sebagian berakhir pada pukul 13:11:19 UT atau 20:11:19 WIB,” lanjutnya.

Jadi secara keseluruhan, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan proses terjadinya GMC secara virtual sejak pukul 15.12 WIB/16.12 Wita/17.12 WIT hingga pukul 18.33 WIB/19.33 Wita/20.33 WIT.

Proses gerhana matahari cincin berlangsung selama kurang lebih 3 jam 11 menit.

Fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 10 Juni 2021 hanya dapat dilihat di wilayah tertentu seperti:

Pulau Ellesmere dan Baffin, Kanada
Kawasan Siberia, Rusia.

Sejumlah wilayah masih dapat menyaksikan gerhana matahari meskipun tidak sempurna atau hanya sebagian yaitu:

Greenland Islandia
Rusia
Asia Tengah
China bagian barat

Sementara itu, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan Emanuel Sungging menjelaskan, meski masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 10 Juni 2021, masih ada kesempatan beberapa tahun mendatang. Indonesia disebutkan bisa melihat fenomena GMC sepuluh tahun mendatang, tepatnya pada 21 Mei 2031.

GMC pada 10 tahun mendatang tersebut bisa disaksikan di Kalimantan Utara-Timur, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku. Fenomena gerhana matahari cincin juga akan terjadi pada 2042, yang bisa disaksikan di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.

Namun, masyarakat Indonesia masih bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian pada 2 Agustus 2027 dan 22 Juli 2028. Gerhana Matahari muncul di permukaan bumi sedikitnya 2 kali dalam setahun di tempat dan waktu yang berbeda. Namun demikian, tidak ada siklus yang baku soal Gerhana Matahari.

(*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular