Sabtu, Oktober 16, 2021
BerandaHeadlineBanjir Keluluhan PPDB DKI, Disdik Coba Pertimbangan Waktu Pendaftaran

Banjir Keluluhan PPDB DKI, Disdik Coba Pertimbangan Waktu Pendaftaran

Satusuaraexpress.co – Menyusul permasalahan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun 2021 yang dilaksanakan secara daring pada hari pertama Senin ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mempertimbangkan pembedaan waktu pendaftaran berdasar jenjang pendidikan.

“Kami sudah maksimal, tapi kalau terjadi seperti ini, (server lambat) mending kita cari solusi,” kata Humas Dinas Pendidikan Taga Radja Gah dalam diskusi virtual yang digelar oleh Komisi Informasi DKI Jakarta, Senin (7/6/2021).

“Apakah memang perlu berbeda waktu (pendaftaran) antara SMP, SMA, dan SMK, tapi nanti kita akan sampaikan ke pimpinan,” ucap Taga lagi.

Taga mengakui memang ada kendala yang dihadapi oleh para orangtua calon siswa. Namun, dia menegaskan, secara sistem, Dinas Pendidikan DKI Jakarta siap melaksanakan PPDB tahun 2021 dengan sistem daring.

Dia menjelaskan kapasitas bandwidth yang digunakan sebesar 8 gigabyte, atau naik dua gigabyte dari tahun sebelumnya. Kemudian jumlah server sebanyak 65, total CPU-nya 370 gigabyte, kemudian total RAM-nya itu 815 gigabyte.

Lalu, total hardisk hampir 109.030 gigabyte. Selain itu, fasilitas back up data disiapkan di dua lokasi, yakni di Singapura dan di Indonesia.

“Artinya, sesungguhnya ini luar biasa persiapan teknisnya. Makanya, sedang kita kaji nih, mohon doanya, sekali lagi, keterlambatan ini bukan sebuah kesengajaan. Kita berbulan-bulan persiapan ini, enggak main main,” tutur Taga.

PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 di DKI Jakarta dimulai hari Senin ini. Seluruh proses PPDB 2021 dilakukan secara daring atau online.

Untuk pendaftaran daring, orangtua murid harus melakukan ajuan akun, mengisi formulir secara daring untuk mendapatkan token atau pin sehingga dapat mengaktivasi akun kemudian melakukan pendaftaran sekolah yang diinginkan.

Setelah pendaftaran dibuka, orangtua calon siswa SMA dilaporkan tidak bisa melakukan ajuan akun. Berkali-kali mengulangi mengisi formulir di ajuan akun, tetapi tidak bisa dilanjutkan ke tahap cek verifikasi akun.

Dalam laman ppdb.jakarta.go.id terdapat keterangan, “Perhatian! F88CF: Terjadi Gangguan Interkoneksi dengan sistem SIDANIRA. Silakan coba beberapa saat lagi.” Kondisi ini menimbulkan keresahan orangtua calon peserta didik karena mereka ingin segera mendapatkan akun.

Tanpa ada akun, mereka tidak bisa mendaftarkan anak ke SMA yang diinginkan. Sementara itu, Pelaksana Tugas Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Slamet tak menampik bahwa ada gangguan dalam sistem pendaftaran PPDB Tahun Ajaran 2021/2022. Namun, ia membantah sistem pendaftaran down atau mati.

Slamet menjelaskan, arus pendaftaran PPDB Jakarta pada hari pertama sangat tinggi. Alasannya, kata Slamet, hari ini dibuka pendaftaran untuk tingkat SMP dan SMA dari jalur prestasi.

“Karena jalur prestasi tidak mengenal zona, maka siapa pun dari mana pun, sepanjang itu warga DKI dan sudah terdaftar di dalam Sidanira ini melakukan pendaftaran hari ini,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia PPDB itu.

Slamet mengatakan, timnya tengah berupaya mengatasi pelambatan dalam sistem pendaftaran tersebut. Beberapa upaya yang dilakukan, lanjut dia, seperti peningkatan bandwidth dan server pendaftaran PPDB.

Karena permasalahan tersebut, Disdik DKI Jakarta juga berencana untuk memperpanjang waktu pendaftaran akun hingga 10 Juni 2021 pukul 14.00 WIB.

(*)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular