Larangan Mudik, Pemerintah Berkaca pada libur Panjang tahun 2020

images 1

Satusuaraexpress.co – Presiden Joko Widodo menegaskan larangan mudik lewat pidato 16 April 2021 yang lalu. Hal tersebut diucapkan sebagai upaya mencegah lonjakkan angka kasus virus corona saat libur lebaran.

Jokowi mengatakan Ramadhan tahun ini merupakan yang ke dua ditengah pandemic COVID-19. Berkaca pada libur panjang, Presiden menyebut ada peningkatan kasus COVID-19 setelah periode liburan tersebut

”Oleh karena itu, sejak jauh jauh hari pemerintah telah memutuskan melarang mudik dan keputusan ini di ambil melalui berbagai macam pertimbangan,” ujar Jokowi.

Angka kasus harian COVID-19 di Indonesia per Minggu (2/5/2021) masih ditemukan dalam jumlah relatif tinggi. Satgas penanganan COVID-19 melaporkan ada 4.394 kasus baru pada hari ini. Maka, akumulasi kasus di Indonesia telah mencapai 1.677.274.  Sedangkan, angka kesembuhan harian lebih tinggi yaitu 3.740. Maka, akumulasi orang yang berhasil sembuh dari COVID-19 mencapai 1.530.718.

Sementara, jumlah pasien yang meninggal akibat tertular virus corona dalam kurun 24 jam juga masih tinggi yaitu 168 orang. Dengan begitu, total sudah ada 45.796 orang yang meninggal akibat COVID-19. Kasus aktif COVID-19 atau yang menggambarkan pasien yang masih dirawat di rumah sakit mencapai 100.256. Angka kasus aktif ini masih tergolong tinggi.

Perkembangan Indonesia dalam menghadapi pandemik COVID-19 dinilai tak mengalami kemajuan signifikan. Sebab, kasus harian tidak mengalami penurunan yang nyata. Inisiatif Kawal COVID-19 bahkan mencatat sudah mulai kembali terjadi kenaikan kasus. Salah satu indikasi naiknya kasus yaitu jumlah individu yang tertular COVID-19 di kluster perkantoran di DKI Jakarta kembali melonjak.

Berdasarkan akun Instagram @dkijakarta, pada periode 5-11 April 2021 terdeteksi kasus COVID-19 di 78 perkantoran dengan jumlah 157 kasus. Namun, pada pekan selanjutnya yaitu 12-18 April 2021, kasus COVID-19 ditemukan di 177 perkantoran dengan jumlah positif mencapai 425 kasus.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19, angka kematian harian tertinggi pada Selasa (27/4/2021) disumbang Jawa Tengah. Satgas melaporkan ada 41 warga yang meninggal akibat COVID-19. Dengan begitu, total jumlah warga yang meninggal di Jateng akibat pandemik mencapai 8.001 orang.

Dengan penambahan 4.394, total kasus positif Corona yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 1.677.274 kasus. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus COVID-19 terbanyak hari ini dengan 854 kasus.. Sehingga, total kasus terkonfirmasi COVID-19 berjumlah 410.400 orang.

Posisi kedua penambahan terbanyak adalah Provinsi Jawa Barat dengan 672 kasus positif Corona, sehingga total kasus positif menjadi 282.63 orang.Riau menjadi daerah ketiga penambahan terbanyak yaitu 583 kasusu COVID-19.Dengan demikian, ada 45.237 orang positif COVID-19 di provinsi Riau.
Pemerintah malalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021tentang Peniadaan Mudik Hari raya Iduk Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disesase 2019 selama bulan Suci Ramadan 1442H. Larangan mudik ini berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Penerbitan SE ini dilatarbelakangi potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021, baik untuk kegiatan keagamaan,keluarga, maupun pariwisata yang memiliki risiko terhadap peningkatan laju penularan COVID-19.
Profesor Wiku Adisasmito,Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 menjelaskan, jika ada yang tetap memaksakan, akan menimbulkan mobilitas yang berpotensi meningkatkan penularan COVID-19.

Peningkatan kasus bukan hanya sekedar positif COVID-19, juga efek komorbid dan usia lanjut. Karena itulah,kita katakan jangan melakukan mudik,” Mudik Ditunda Pandemi COVID-19 Mereda”
Belajar dari pengalaman masa lalu yang menunjukkan lonjakan kasus akibat mobilitas yang tinggi pada masa liburan Panjang, sepertri pada liburan Idul Fitri tahun lalu yang terjadi lonjakanhingga 600 kasusu tiap hari.

Begitu juga saat liburan Panjang Hari Kemerdekaan tahun yang lalu terjadi lonjakan hingga 1.100 kasus per hari.
Dalam kesempatan yang sama Adita Irawati,Juru Bicara Kementerian Perhubungan mengatakan, menindaklanjuti aturan yang ditertibkan satgas Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri (PM) Nomor 13 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Idul Fitri 1442H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Menurut Adita, untuk pengoperasian transportasi logistic masih tetap seperti biasa. Begitu juga sejumlah pengecualian bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam waktu tersebut, di anataranya Aparatur Sipil Negara(ASN), karyawan BUMN,karyawan BUMD, TNI/POLRI dan karyawan swasta yang bekerja atau melakukan perjalanan dinas dengan dilengjkapi dengan surat tugas.
Kemudian, kunjungan keluarga yang sakit, kunjunbgan duka angota keluarga yang meninggal,ibu hamil dengan satu orang pendamping serta pelayanan kesehatan darurat. Terkait kemungkinan mobilitas masyarakat di kuar tabggal larangan mudik tersebut, vAdita ,enjelaskan saat ini kapasitas moda transportasi umum sudah dan masih dibatasi.

Untuk menghindari moda transportasi tidak terisi penuh penumpang dan masih bisa jaga jarak. Meskipun demikian,para ahli memprediksi bahwa kenaikan kasus di Indonesia akan melambung tinggi saat memasuki lebaran. Pandu Riono, pakar Epidemiologi Universitas Indonesia bersama timnya menyebutkan prediksi ini dibuat berdasarkan kecenderungan tindak mobilitas masyarakat melalui perilaku mudik dan tidak mudik.
Menurutnya , pergerakan yang dilakukan masyarakat selama pandemic berlangsung sangat berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah kasus pasien positif di Jakarta maupun diluar Jakarta.

Berdasarkan hasil survey potensi pemudik Lebaran tahun 2019 oelh kementerian Perhubungan, tercatat ada 14,9 juta orang atau sekitar 44,1 persen dari warga Jabodetabek.. Survei 2020, hasilnya memprediksi ada 56 persen warga Jabodetabek yang tidak mudik, 37 persen masih mempertimbangkan, dan 7 persen telah mudik. Pemodelan ini menunjukkan ada sekjitar 20 persen warga jabodetabek yang masih bandel untuk mudik keluar provinsi, dan akan tinggal di kampung halaman selama 7 hari..Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, menjelang Lebaran 2021, masyarakat masih bandel, masih memaksakan mudik yang akan berdampak meningkatnya jumlah kasus positif virus corona di Indonesia.

Namun, tidak hanya pemudik bandel yang bisa meningkatkan risiko kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia, tapi orang yang masih memaksa melakukan ibadah.tanpa melaksanakan protocol kesehatan 3m, juga masyarakat yang masih memaksa pergi ke rumah tetangga juga jadi salah satu faktornya.

Lonjakan bisa terjadi karena pemudik bandel.Mengingat kota-kota besar seperti Jakarta masih menjadi zone merah dan daerah transmisi lokalvirus corona. Akibatnya kalau para pemudik ini pulang ke kampong halaman, maka bisa saja virus corona menyebar luas.. aapalagi kalau yang mudik itu sudah bedesakan di bandara maupoun tempat lainnya, seoerti terminaldan pebabuhan. Ini bisa semakin meningkatkan risiko penularan COVID-19. Kalau ada yang nekat mudik, padahal positif tapi tidak bergejala,ya ini bisa menjadi carrier untuk banyak orang, Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus virus corona adalah tidak music dan tetap menjalankan protocol kesehatan memakaia masker, mencuci tangan di air yang mengalir dengan sabun selama 20detik, menjaga jarak ( physical distancing ).

Namun, bila memang sudah terlanjur mudik, lakukan isolasi mandiri yang bisa membantu menekan angkapositif COVID-19 di Indonesia.
Kalau sudah terlanjur pulang kampung hindari berkerumun di tempat ramai dan tetap menjaga jarak, dan bila ada gejala COVID-19, segera lapor ke puskesmnas untuk pendataan dan pemeriksaan lanjut.

Jangan Mudik Ayo patuhi protocol kesehatan, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas. Meningkatkan Iman dan Imun kita
Sukseskan vaksinasi Jangan lengah, jangan menyerah COVID-19 masih mewabah.

Dr.Mulyadi Tedjapranata
Jakarta, 3 Mei2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *