Jumat, Juni 18, 2021
spot_imgspot_img
BerandaEkonomiUang Beredar di Masyarakat Mencapai Rp6.888 Triliun

Uang Beredar di Masyarakat Mencapai Rp6.888 Triliun

Satusuaraexpress.co – Bank Indonesia (BI) menyatakan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan posisi M2 pada Maret 2021 sebesar Rp6.888 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3 persen yoy.

“Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham,” tambahnya, Jumat (23/04).

Pertumbuhan M1 pada Maret 2021 sebesar 10,8 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 18,6 persen yoy.

Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2 persen yoy pada bulan sebelumnya menjadi 5,9 persen yoy pada Maret 2021. Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya (base effect) berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1 persen.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Maret 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih, perlambatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, serta penurunan kredit.

Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 7,9 persen yoy, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2021 sebesar 11,5 persen yoy.

Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat sebesar 42 persen yoy, lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya sebesar 50,8 persen yoy. Selain itu, pertumbuhan kredit terkontraksi 4 persen yoy, lebih dalam dari kontraksi 2,3 persen yoy pada Februari 2021. (aldi)

Most Popular

spot_img