Minggu, Mei 9, 2021
spot_imgspot_img
BerandaInfotainmentPeringatan Satu Tahun Glenn Fredly, Walkot Ambon: Aura Mendiang Masih Terasa Hidup

Peringatan Satu Tahun Glenn Fredly, Walkot Ambon: Aura Mendiang Masih Terasa Hidup

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Peringatan setahun kepergian penyanyi Glenn Fredly. Sosoknya pun menjadi inspirasi bagi para generasi muda Maluku.

Pemilik suara khas itu sudah setahun berpulang, namun hingga saat ini auranya masih kerap dirasakan hadir di tengah-tengah keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.

Peringatan tersebut digelar di M Bloc, Jakarta Selatan, Kamis (8/4). Dihadiri, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy seraya memberikan sambutan dalam peringatan setahun kepergian Glenn Fredly tersebut.

Richard merasakan bahwa aura Glenn Fredly masih bisa dirasakan meski sudah setahun mendiang meninggal dunia.

“Aura Glenn Fredly masih ada dan hidup di tengah-tengah kita. Saya mau bicara, saya rasa aura itu sedang melihat kita dan harapan-harapan agar adik-adik generasi muda ini bisa menghidupkan dan mengembangkan ekosistem musik di Indonesia,” ujarnya.

Walikota mengakui, sejak hidup Glenn sangat berkontribusi dalam anugerah City Of Music bagi Kota Ambon oleh UNESCO.

“Saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Glenn, karena kontribusinya luar biasa bagi Ambon, sehingga Ambon oleh Unesco sebagai City of music tingkat dunia,” ungkapnya.

Menurutnya, begitu banyak  event-event musik  nasional yang didorong Glenn ke Ambon, untuk mendapat justifikasi terhadap potensi Ambon sebagai sebuah kota musik.

“Walau Glenn tidak menikmati itulah, tetapi idenya, jasanya  akan selalu dikenang oleh Indonesia, khususnya Ambon,”tandasnya.

Atas semua jasa itu, Walikota Ambon yang didampingi Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat, turut hadir dalam peringatan setahun meninggalnya Glenn Fredly, yang bertajuk Kasih Di Hari Putih.

“Sebagai bentuk penghargaan akan jasa-jasa Glenn Fredly bagi Ambon, di saat yang sama, oleh para musisi dan para fans  juga  mengadakan   talk show dan tabur bunga di Ambon,”bebernya.

Bahkan untuk mengenang jasa-jasanya, masyarakat bahkan memiliki keinginan, agar pemerintah kota Ambon mendirikan sebuah monumen Glenn Fredly, sebagai simbol daripada segala upaya untuk menciptakan musik sebagai  potensi ekonomi kreatif bagi masa depan bangsa, khususnya Maluku, terkhusus Kota Ambon.

Walikota juga mengatakan, kehidupan Glenn Fredly seperti apa yang dikatakan Chairil Anwar, bahwa hidup ini seperti pidato, yang penting bukan panjangnya, tapi isinya.

“Sosok Glenn telah memberikan implementasi yang luar biasa seperti obsesi yang dikatakan Chairil Anwar. Walaupun usianya pendek secara usia manusiawi, tetapi bobot kehidupannya  telah memberikan arti yang luar biasa, bagi ekosistem musik maupun kehidupan musisi dan kehidupan musik di Indonesia,”jelasnya.

Walikota mengingatkan, jika hari ini ada peringatan setahun meninggalnya Glenn Fredly, ini semata-mata sebagai sebuah upaya untuk terus melestarikan nilai-nilai yang disisipi, disampaikan, dan dimiliki oleh almarhum.

Perjuangan Glenn Fredly menurut Louhenapessy, tidak sia-sia untuk musik Indonesia, yang akhirnya mendapat tempat istimewa di negeri sendiri. Akhirnya Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden dimana semua lagu-lagu yang dinyanyikan, wajib diberikan royalti kepada penciptanya.

Walikota berharap agar istri almarhum, keluarga, dan sahabat-sahabat agar terus berjuang bersama  untuk menjadikan musik sebagai kekuatan ekonomi bangsa ini.

Pada kesempatan itu, Walikota Ambon menyampaikan pesan dari Gubernur Maluku, Murad Ismail, rasa hormat dan pesan dukungan beliau terhadap seluruh karya-karya Glenn kedepan, baik kepada orang tua Glenn, istri dan seluruh simpatisan Glenn Fredly.

Tak lupa juga Walikota mengajak semua yang hadir dalam acara tersebut untuk berdoa bagi Glenn Fredly agar   perjuangannya tetap dilanjutkan keluarga, sahabat dan fans.

Walikota juga memberikan apresiasi berupa tanda kasih bagi keluarga Almarhum Glenn Fredly serta mengajak semua yang hadir berdoa juga untuk masyarakat yang sedang mengalami musibah bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Mural wajah Glenn Fredly terlukis di tembok di kawasan M Bloc, Jakarta Selatan. (foto: SSE/Ghugus Santri)

Tabur Bunga dan Talkshow

Sementara itu bertempat di 27 Cafe, Pattimura Park digelar Acara tabur bunga dan Talkshow mengenang 1 Tahun berpulangnya Almarhum Glenn Fredly.

Kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, A.G.Latuheru, Direktur Ambon Music Office, Ronny Loppies, dan Seniman, Franz Hayaka, serta para Komunitas Musik di Kota Ambon ini terselenggara atas kerjasama Pemkot Ambon, Ambon Music Office, Bumi Entertainment, Rumah Beta, dan Musik bagus.

Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru selaku narasumber dalam talkhsow dimaksud mengatakan almarhum Glenn selain mengharumkan nama maluku di blantika musik nasional juga turut berjasa dalam menginisiasi Konferensi Musik Indonesia (KAMI) yang pertama kali digelar di Kota Ambon 2018 lalu, yang semakin mengukuhkan bahwa Ambon layak menjadi kota musik dunia.

“Semangat karya dan gagasan almarhum harus dapat dilanjutkan oleh generasi muda kota Ambon, bukan saja dalam bermusik namun juga kreasi-kreasi lainnya termasuk bagaimana melestarikan kerlarifan lokal sebagai jati diri anak Maluku,” tutup Latuheru. (*)

- Advertisment -

Most Popular

spot_img