Sabtu, April 17, 2021
spot_imgspot_img
BerandaHeadlineMemaknai Hari Kesehatan Dunia 2021 Ditengah Pandemi Covid -19

Memaknai Hari Kesehatan Dunia 2021 Ditengah Pandemi Covid -19

Satusuaraexpress.co – Hari ini kita merayakan Hari Kesehatan Dunia 7 April 2021 ditengah pandemi COVID-19 yang kita tidak tahu kapan akan berakhir. Ini merupakan kali kedua kita merayakan Hari Kesehatan Dunia ditengah pandemi COVID-19, dalam suasana sepi, sedih dan mencekam. Sampai 22 Maret 2021 tenaga kesehatan yang meningga mencapai 857 orang terdiri dari dokter umum , dokter spesialis, perawat dan tenaga kesehatan yang berguguran diterpa COVID-19. Akankah tahun depan kita merayakan Hari Kesehatan Dunia dalam situasi seperti ini juga?

Hari Kesehatan Dunia atau World Health Day dirayakan setiap tahun pada tanggal 7 April. Perayaan ini juga dilakukan untuk menandai didirikannya organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) pada tahun 1948. Pada 1948, WHO mengadakan Majelis Kesehatan Dunia untuk pertama kalinya. Pada agenda tersebut, majelis memutuskan untuk merayakan 7 April sebagai Hari Kesehatan Dunia yang dirayakan pertama kalinya pada 1950.

Hari Kesehatan Dunia ini setiap tahun memperhatikan topik kesehatan tertentu yang menjadi perhatian orang-orang di seluruh dunia. Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2021 adalah “ Membangun dunia yang lebih adil dan lebih sehat “

( Building a fairer, healthier world ) Terkait World Health Day 2021, WHO melalui laman resminya mengundang kita untuk turut serta bergabung dalam kampanye baru untuk membangun dunia yang lebih adil dan lebih sehat. Seperti yang disoroti oleh COVID-19, beberapa orang dapat hidup lebih sehat dan memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan daripada yang lain – sepenuhnya karena kondisi di mana mereka lahir, tumbuh, hidup, bekerja, dan berusia.

WHO menuturkan, di seluruh dunia, beberapa kelompok berjuang untuk memenuhi kebutuhan dengan sedikit pendapatan harian, memiliki kondisi perumahan dan pendidikan yang lebih buruk, lebih sedikit peluang kerja, mengalami ketidaksetaraan gender yang lebih besar, dan memiliki sedikit atau tidak ada akses ke lingkungan yang aman, air dan udara bersih, ketahanan pangan dan layanan kesehatan. Hal ini menyebabkan penderitaan yang tidak perlu, penyakiat yang bisa dihindari, dan kematian dini.

Dan itu merugikan masyarakat dan ekonomi kita, lanjutnya. “Ini bukan hanya tidak adil: ini dapat dicegah. Itulah mengapa kami meminta para pemimpin untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kondisi hidup dan kerja yang kondusif untuk kesehatan yang baik. Pada saat yang sama kami mendesak para pemimpin untuk memantau ketidakadilan kesehatan, dan untuk memastikan bahwa semua orang dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas kapan dan di mana mereka membutuhkannya,” tulis WHO.

WHO juga mengungkapkan, COVID-19 telah menghantam semua negara dengan keras, tetapi dampaknya paling parah pada komunitas yang sudah rentan, yang lebih terpapar penyakit, cenderung tidak memiliki akses ke layanan perawatan kesehatan yang berkualitas dan lebih mungkin mengalami konsekuensi yang merugikan sebagai hasil dari tindakan yang dilakukan untuk mengatasi pandemi. WHO berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang, di mana pun, dapat mewujudkan hak atas kesehatan yang baik.

Kita tidak tahu kapan pandemi COVID-19 akan berlalu, tergantung langkah kita hari ini. Pemerintah telah berupaya untuk memutus mata rantai penularan melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ), pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020. Detail mengenai teknis pelaksanaan PSBB diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan ( Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Kegiatan ini dilanjutkan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro (PPKM Mikro) guna menekan laju penularan virus corona. Langkah strategis selanjutnya adalah melaksanakan vaksinasi COVID-19, Presiden Joko Widodo pada 13/01/21 di Istana Merdeka, Jakarta menjadi orang pertama yang menerima vaksin dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di Indonesia sebagai upaya penanganan pandemic COVID-19. Kini tiba saatnya masyarakat harus peduli akan situasi dan tidak abai dengan pandemi virus corona.

Mari kita bersama pemerintah menjaga kesehatan kita masing- masing dengan memelihara lingkungan yang sehat, dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Agar setiap aktivitas yang kita lakukan apakah dibidang ekonomi, di bidang sosial budaya, selalu berwawasan kesehatan. Disiplin melakukan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan menjaga jarak, menghindari kerumunan. Sukseskan program vaksinasi COVID- 19, sebagai upaya memutus rantai penularan COVID-19 untuk mencapai kekebalan komunitas ( herd imunity ). Dengan demikian kita menjadi insan tangguh dalam kesehatan, tidak gampang tertular suatu penyakit.

Mens sana in corpore sano, sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang artinya adalah “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” . Ketika kita sehat, kita dapat berkarya mencari rejeki. Kita harus ber Iman, karena hanya Tuhan yang melindungi kita dari penyakit dan ber Hikmat dengan melaksanakan protocol kesehatan 3M, agar pandemi COVID-19 cepat berlalu dari bumi tercinta Indonesia.

Jakarta, 7 April 2021

Dr. Mulyadi Tedjapranata

- Advertisment -

Most Popular