Gubernur Banten Sebut Tugu Pamulang Simbolkan Tangsel Yang Penuh Iptek

IMG 20201015 014030
Gubernur Banten, Wahidin Halim (ist)

Serang, Satusuaraexpress.co – Gubernur Banten Wahidin Halim, menegaskan, Tugu Pamulang yang terletak di Jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sudah rampung dibangun oleh Pemerintah Provinsi Banten pada Tahun Anggaran 2018 yang lalu.

Tugu itu sendiri disebut Wahidin dibangun dengan makna filosofis Kota Tangerang Selatan yang memiliki pusat ilmu teknologi dan enam kecamatan saat itu.

Kendati demikian, untuk memenuhi keinginan publik, perubahan pada bentuk tugu, gambar dan desainnya akan disayembarakan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam keterangan tertulis Wahidin mengatakan, dalam rangka menanggapi isu tentang Tugu Pamulang di Tangerang Selatan yang menimbulkan polemik atau diskusi yang di dalamanya berisikan kritik dan lain sebagainya pihaknya yakin tugu itu sudah selesai dan sesuai.

“Setelah saya menggali persoalan, mempelajari tentang latar belakang dan lain sebagainya, perlu saya tegaskan bahwa pembangunan tugu atau menara itu dibangun tahun 2018 dan sudah dinyatakan selesai final. Tugu itu dibangun dengan latar belakang dan pertimbangan, karena sebelumnya lokasi itu kumuh,” kata Wahidin, Kamis (15/4/2021).

Sekarang, lanjutnya, terjadi perbedaan soal Tugu Pamulang yang telah selesai dibangun 2018 tersebut, namun pihaknya meyakini bahwa bangunan tersebut merupakan simbolisasi dan juga melatarbelakangi tentang suatu kondisi.

“Bagaimana mengkolaborasi simbol-simbol yang ada, seperti di sana terdapat Pusat Penelitian Ilmu dan Teknologi (Puspitek) dan tiangnya yang menggambarkan tentang kondisi enam kecamatan yang ada. Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan filosofis yang perencana sendiri bertanggung jawab terhadap hasil dari perencanaan secara teknis,” kata dia.

Wahidin menegaskan, pembangunan tugu sudah selesai. Kalaulah itu menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat, itu merupakan hak masyarakat. Kalaulah itu menimbulkan opini, itu juga hak demokratis.

“Kalaulah itu memang diperlukannya ada perubahan tentunya itu butuh pertimbangan dengan kondisi anggaran yang ada di Pemerintah Provinsi Banten,” kata Wahidin.

Kalaupun mau dibangun lagi, lanjutnya, konsepnya bukan berdasarkan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau siapapun, melainkan dari publik.

“Ya sudah sayembarakan sekalian, kita undang publik. Menurut publik mana yang bagus silakan desain. Kita sayembarakan nanti melalui proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia. (mi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *