Jumat, April 16, 2021
spot_imgspot_img
BerandaEkonomiBSI Salurkan Pembiayaan Rp35,3 Triliun ke UMKM

BSI Salurkan Pembiayaan Rp35,3 Triliun ke UMKM

Satusuaraexpress.co – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berupaya mengembakan perekonomian Indonesia, salah satunya lewat menaikan kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar mengatakan dengan UMKM naik kelas diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Sampai Februari 2021, penyaluran pembiayaan BSI di sektor UMKM sebesar Rp35,3 triliun.

“Segmen UMKM menjadi salah satu fokus BSI dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat. Dalam hal ini, strategi yang dilakukan adalah menumbuhkan segmen UMKM berbasis ekosistem/komunitas dan value chain yang terintegrasi,” jelasnya, Minggu (04/04).

Upaya lainnnya yang dilakukan BSI untuk kembangkan UMKM adalah dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga. BSI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat untuk mendukung perekonomian umat melalui nota kesepahaman tentang pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

Diharapkan kesepakatan yang dilakukan di Jakarta pada 3 April 2021 ini dapat mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Hadir dalam acara ini Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, Ketua KPEU MUI Pusat Nuruzzaman, Ketua Bidang Ekonomi MUI Pusat Lukman Hakim, dan Kokok Alun.

Pada kesempatan ini, Teten menyampaikan bahwa pemerintah mencanangkan perolehan kemakmuran ekonomi melalui koperasi yang unggul dan UMKM naik kelas.

Sementara itu, Kokok Alun menegaskan BSI siap mendukung UMKM yang ada dibawah binaan MUI. “Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui berbagai produk dan layanan keuangan syariah, diantaranya penyaluran pembiayaan maupun produk dana yang disertai dengan layanan digital sesuai prinsip syariah,” tambah Kokok Alun.
Hal ini, lanjut dia, merupakan wujud nyata strategi BSI untuk tumbuh menjadi bank syariah yang inklusif dan modern.

Dukungan BSI terhadap UMKM juga ditunjukkan melalui pendampingan usaha UMKM, diantaranya dengan menyediakan Pusat Pelatihan & Pendampingan UMKM, menyelenggarakan pelatihan pemasaran produk UMKM, dan membangun sentra UMKM di daerah.

Pada kesempatan terpisah, di hari yang sama, BSI menyepakati nota kesepahaman dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah di Kampus STMIK AMIK Bandung. Hadir pada kesempatan ini Ketua PBNU, Said Aqil Siroj dan Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia, Abdullah Firman Wibowo.

Abdullah mengatakan, sinergi BSI dengan PBNU bertujuan untuk memberikan pelayanan kebutuhan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah bagi segenap pengurus dan anggota PBNU.

“Di tengah kondisi pandemi Covid-19, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang stabil. Namun demikian, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah masih rendah. Dengan kesepakatan antara BSI dengan PBNU diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi perbankan syariah dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa berbasis industri halal,” tutur Abdullah.

Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mengembangkan industri halal, BSI siap melayani seluruh segmen baik UMKM, retail, serta wholesale. Hal tersebut ditunjukkan melalui beberapa inisiatif diantaranya melaksanakan mandat Pemerintah terkait segmen mikro terpilih di pasar tertentu, mengembangkan ekosistem islami (haji umroh, ZISWAF), serta mendorong inovasi produk wholesale dengan mengoptimalkan akad khas syariah.

Sebagai informasi, per Februari 2021 Bank Syariah Indonesia mencatatkan perolehan DPK sebesar Rp206 triliun dan pembiayaan sebesar Rp156 triliun. (aldi)

- Advertisment -

Most Popular