Waspada Pencurian dengan Modus Meramal Garis Tangan Terjadi di Kreo

IMG 20210324 213702

Jakarta, Satusuaraexpress.co – NA (22) Warga Ulujami menjadi korban pencurian dengan modus berpura-pura bisa meramal.

Peristiwa tersebut terjadi di depan toko keramik Jalan Muchtar Raya, Kreo, Larangan Tangerang. Minggu, (21/03/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga:  Penipuan dengan Modus Iming-Iming Voucher Kado Ultah Alfamart

Dari keterangan korban, saat itu dia hendak mengantarkan pesanan dengan mengendarai motor seorang diri.

Ketika melintas, tiba-tiba korban diberhentikan oleh 3 orang pria yang mengendarai 2 sepeda motor.

Salah satu dari komplotan itu berpakaian seperti Ustad yang berpura-pura sedang tersesat dan menanyakan alamat kepada korban.

“Saya mau antar pesanan ke rumah sepupu, berangkat sendiri dari rumah. Pas sampai belokan arah Gang Muchtar saya dipepetin 2 laki-laki. Dia nanya alamat, bilangnya kesasar dari Jawa mau pulang, kalo mau naik kereta darimana,” katanya, dikutip Satusuaraexpress.co.

Karena sedang terburu-buru, korban mengatakan tidak mengetahui alamat tersebut. Namun pelaku terus melancarkan aksinya dengan berpura-pura bisa meramal melalui garis tangan.

“Dia bilang coba liat garis tangannya, kamu orang yang sering tersakiti ya. Habis itu dari mulutnya (pelaku) keluar banyak sekali paku” katanya.

Setelah itu pelaku memberikan korban sebuah batu untuk dibuang demi menghindari kesialan. Korban mengaku saat itu sudah tak mengingat apa-apa lagi.

Ketika sadar dia sudah ditinggal di depan Depot air isi ulang dan seluruh barang berharganya pun lenyap.

“Setelah itu udah nggak ingat apa apa lagi, tau-tau udah ditinggal di depan air isi ulang dekat-dekat situ. Semuanya ludes, motor, dompet isi uang dan atm, HP dan pesanan makanan yang belum saya antar” jelasnya.

Baca Juga: Ustad Gondrong Pengganda Uang Terjerat Pasal Berlapis, Begini Kronologinya

Adapun barang yang hilang yakni 1 unit sepeda motor Honda Beat hitam berplat nomor B 4018 SFD, 1 unit Handphone Oppo, dompet berisi uang senilai 250 ribu rupiah, kartu identitas dan ATM serta sisa barang pesanan yang belum sempat diantarkan.

Total kerugian diperkirakan senilai 13 Juta Rupiah dan saat ini korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. (pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *