Sabtu, April 17, 2021
spot_imgspot_img
BerandaInfotainmentPakar Geopolitik Timur Tengah Ungkap Indonesia Berikan Sumbangan Terhadap Kelompok Teroris

Pakar Geopolitik Timur Tengah Ungkap Indonesia Berikan Sumbangan Terhadap Kelompok Teroris

Satusuaraexpress.co Seorang Pakar Geopolitik Timur Tengah Dina Sulaeman saat diundang di podcash Deddy Corbuzier mengungkapkan soal sumbangan dari Indonesia jatuh ke tangan teroris. Dina menceritakan soal terlibatnya Indonesia dalam membiayai kelompok teroris.

Bahwa terdapat lembaga donasi di Indonesia yang menyumbangkan pasok makanan untuk kelompok teroris di Suriah. Sebuah kota besar di Suriah bernama Alepo selama 4 tahun dikuasai oleh kelompok teroris. Namun, pada tahun 2016, tentara pemerintah Suriah yang bekerjasama dengan Russia berhasil kembali mengambil alih.

Usai berhasil diambil alih oleh pemerintah Suriah, lokasi yang sebelumnya berbahaya karena dikuasai oleh teroris Jaysh Al-Islam, akhirnya menjadi tempat yang aman sehingga awak media dari negara manapun bisa meliput ke daerah tersebut.

Salah satu wartawan dari Euronews pernah mendatangi daerah di Suriah yang dulu dikuasai oleh teroris Jaysh Al-Islam. Didapati di sana ada sebuah bangunan bekas sekolah yang sempat dijadikan gudang makanan oleh kelompok Jaysh Al-Islam.

Setelah kelompok Jaysh Al-Islam ditaklukan, rakyat Alepo yang kelaparan selama ini, kemudian datang beramai-ramai menyerbu gudang makanan itu.

“Diambilah itu makanan-makanan. Kemudian mereka diwawancarai oleh Euronews ‘ya selama ini kami kelaparan. Orang-orang teroris ini mengumpulkan makan untuk mereka sendiri’ dan diantara kardus yang dibawa itu tertulis Indonesia.” tutur Dina Sulaeman, seperti dikutip Satusuaraexpress.co, Senin, (29/3/2021).

Dina melanjutkan, “Jadi Euronews Channel itu tidak secara sengaja mau mendeteksi ada Indonesia di sana mereka hanya ingin melakukan reportasi secara biasa.”

Selanjut, Daddy Corbuzier menanyakan, kenapa pemerintah Indonesia tidak mengetahui jika ada plsaluran dana untuk kelompok teroris.

“Kenapa pemerintah kita yidak bisa tahu itu? Kenapa tidak di stop, kalo anda mengatakan,” tanya Deddy.

“Namu itu juga pertanyaan saya. Saya sudah menulis sejak 2012. Sering melakukan pembongkaran berbagai foto-foto palsu itu. Saya juga menulis tentang, jadi lembaga itu kasih sumbangan tapi sambil mengobarkan bendera Frision Army (kelompok teroris).” jawab Dina Sulaeman.

Mendengar jawaban tersebut, Deddy hanya terdiam dan mesem seraya berkata “Saya mau herkata kasar boleh ga”. (gs)

- Advertisment -

Most Popular