KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Saksi Yang Tidak Hadir Pemeriksaan Lahan Rumah DP 0 Persen

periksa enam saksi kpk dalami pembelian tanah untuk program rumah dp nol rupiah

Satusuaraexpress.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemanggilan saksi yang tidak hadir dalam pemeriksaan lahan sengketa rumah DP 0 persen dilahan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur.

Jadwal pemanggilan itu akan dilakukan oleh tim penyidik KPK pada hari Kamis (25/3/2021), yaitu Rudy Hartono Iskandar seorang wiraswasta.

“Rudy Hartono Iskandar (wiraswasta) konfirmasi tidak bisa hadir hari ini dan diagendakan pada hari Kamis (25/3/2021),” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

KPK mengonfirmasi Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Bima Priya Santosa soal teknis penganggaran dan pembayaran tanah di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

KPK memeriksa Bima sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada tahun 2019.

“Dikonfirmasi di antaranya terkait dengan proses awal pengusulan pengadaan dan teknis penganggaran serta pembayaran tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Diketahui, KPK sedang mengusut dugaan kasus korupsi terkait dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut.

KPK belum dapat menyampaikan lebih detail terkait kasus itu dan tersangka kasus tersebut sebagaimana kebijakan pimpinan KPK saat ini bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan ketika penangkapan atau penahanan para tersangka telah dilakukan.

Dalam perkembangan kasus itu, KPK menyebut pengadaan tanah di Munjul tersebut untuk bank tanah Pemerintah Provinsi.

Selain itu, dalam penyidikan kasus tersebut, KPK pada hari Rabu (10/3/2021) lalu juga telah memeriksa tiga pegawai Perumda Pembangunan Sarana Jaya masing-masing Indra, Wahyu, dan Yadhi.

Penyidik mendalami pengetahuan mereka terkait dengan kegiatan usaha dari Perumda Sarana Jaya dalam pembelian sejumlah aset tanah.MAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *